Generasi Pengemis, Anekdot Kyai Menteri Mu’ti yang Mengundang Tawa Sekaligus Renungan

Penulis: 
[ilustrasi/dulls]

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, membagikan sebuah anekdot yang mengundang gelak tawa sekaligus menyimpan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan dan perubahan pola pikir antargenerasi.

Kisah lucu itu disampaikan Kyai Menteri Mu’ti – biasa disapa, saat menghadiri sebuah acara di Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Cerita tersebut diangkat dari hasil percakapan seorang mahasiswa yang tengah melakukan penelitian sosial mengenai kehidupan para pengemis di kawasan tempat ziarah.

Dalam penelitiannya, mahasiswa itu berusaha menggali berbagai informasi, mulai dari pendapatan, kondisi keluarga, hingga alasan mereka memilih mengemis sebagai mata pencaharian.

Mahasiswa tersebut kemudian menghampiri seorang pengemis dan meminta izin untuk mewawancarainya.

“Bapak, saya mahasiswa. Sedang penelitian sosial tentang keluarga dan kehidupan sehari-hari Bapak. Boleh?” tanya mahasiswa.

Pengemis itu pun mengizinkan. Percakapan kemudian berlanjut mengenai kehidupan keluarganya.

“Bapak berkeluarga?”

“Ya.”

“Bisa diceritakan keluarga Bapak?”

“Saya punya seorang istri dan dua orang anak.”

“Anaknya sudah berkeluarga?”

“Belum.”

“Mereka dimana saja?”

“Yang pertama di IAIN. Yang kedua di IKIP”

Mendengar jawaban itu, mahasiswa mengira kedua anak tersebut sedang menempuh pendidikan tinggi.

“Hebat! Mereka kuliah? Ambil jurusan apa?” tanyanya penuh rasa kagum.

Namun jawaban berikutnya justru menjadi puncak cerita.

“Tidak. Mereka tidak kuliah. Mereka mengemis juga seperti saya di sana,” jawab sang pengemis sambil tertawa.

Jawaban spontan itu sontak mengundang gelak tawa para hadirin. Abdul Mu’ti mengaku suasana ruangan saat itu dipenuhi tawa, termasuk dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, yang disebutnya tertawa terbahak-bahak mendengar anekdot tersebut.

Melalui cerita sederhana itu, Kyai Menteri Mu’ti mengajak masyarakat melihat pentingnya pendidikan sebagai jalan untuk membuka kesempatan hidup yang lebih baik sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

 

(Disadur dari buku berjudul Guyon Maton karangan Abdul Mu’ti, cetakan II: Oktober 2022)

Bagikan Tulisan Ini