KEEROM, KYAIMENTERI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Papua, melaksanakan Program Tebar Qurban Untuk Negeri di Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), dengan konsep Green Qurban.
Prosesi qurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi ini, dilaksanakan pada hari Sabtu (30/5/2026), dipusatkan di Panti Asuhan Muhammadiyah Arso X, Keerom, Papua.
Sebanyak 179 orang yang terdiri dari santri, pengurus panti, guru, dan warga sekitar, menerima manfaat daging kurban yang berasal dari 2 ekor sapi yang dikurbankan oleh Kemendikdasmen melalui BPMP Papua.
Kepala Sub Bagian Umum BPMP Papua, Richardon mengatakan, program qurban merupakan kebijakan Kementerian sekaligus upaya untuk menjangkau daerah 3T dalam mewujudkan motto Kemendikdasmen, yaitu Pendidikan Bermutu Untuk Semua.
“Ini bagian dari kebijakan Kementerian agar kita bisa menyentuh dan melayani daerah 3T, sekaligus bagian dari pembinaan iman dan takwa pegawai. Semoga melalui kegiatan ini, Program Pendidikan Bermutu Untuk Semua bisa menjangkau sampai pelosok,” ujarnya.
Bermanfaat untuk Kebutuhan Gizi
Di tempat yang sama, Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah menyampaikan terimakasih atas qurban yang diberikan oleh Kemendikdasmen melalui BPMP Papua.
“Kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia yang telah memberi hewan qurban kepada panti kami. Insya Allah sangat bermanfaat untuk kebutuhan gizi anak-anak kami yang ada panti dan masyarakat sekitar” ujar Imanuddin, mewakili pengurus dan masyarakat.

Program Tebar Qurban Untuk Negeri di Daerah 3T dengan konsep Green Qurban yang dilaksanakan oleh BPMP Papua, tidak hanya menghadirkan manfaat qurban bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Daging kurban dibagikan kepada penerima manfaat menggunakan wadah daun yang mudah didaur ulang oleh alam. Konsep Green Qurban ini mengusung pendekatan yang lebih ramah lingkungan melalui pengurangan limbah, penggunaan bahan yang lebih berkelanjutan, serta mendorong kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga alam sebagai bagian dari amanah bersama.
Dengan demikian, qurban tidak hanya menghadirkan kebahagiaan bagi pengkurban dan penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Baitut Thalibin kemendikdasmen, Mariman Darto, mengapresiasi BPMP Papua yang mendukung inisiatif pengurangan penggunaan plastik sebagai pembungkus daging kurban.
“Upaya ini selain karena tidak efisien dan berbiaya mahal juga karena mendukung program Sekolah ASRI —Aman, Sehat, Resik (bersih), dan Indah. Program ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI yang dicanangkan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, tertata, terhindar dari pencemaran, serta mendukung proses pendidikan yang menyenangkan bagi siswa,” ungkap Mariman Darto. (*)









