BANYUMAS KYAIMENTERI.ID – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Banyumas, mengirimkan 16 atlet pelajar penyandang disabilitas untuk berlaga pada Pekan Paralympic Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Jawa Tengah 2026.
Ajang tersebut akan berlangsung pada 21–23 Agustus 2026 di Kompleks Olahraga Indonesia Paralympic Training Center (IPTC), Desa Delingan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar.
Banyumas Berlaga di Empat Cabor
Kontingen Banyumas akan bertanding pada empat cabang olahraga (cabor), yakni atletik, bulutangkis, renang, dan tenis meja. Dari total atlet yang diberangkatkan, sembilan atlet akan turun di cabang atletik, dua atlet bulutangkis, empat atlet renang, dan satu atlet tenis meja.
Salah satu atlet yang menjadi andalan Banyumas adalah Dede Saefudin. Atlet renang penyandang disabilitas tuna daksa tersebut akan berlaga pada nomor 50 meter gaya bebas, 100 meter gaya bebas, dan 50 meter gaya dada.
Optimis Sumbangkan Medali Emas
Dede mengaku optimistis mampu menyumbangkan medali emas, khususnya pada nomor 50 meter gaya bebas. Keyakinan itu didasarkan pada hasil latihan dalam beberapa pekan terakhir yang menunjukkan peningkatan performa dengan catatan waktu berkisar 47 hingga 49 detik.
“Saya optimistis bisa meraih medali emas pada nomor 50 meter gaya bebas. Hasil latihan terakhir cukup baik dan mudah-mudahan bisa memberikan yang terbaik untuk Banyumas,” ujarnya.
Saat ini Dede menempuh pendidikan di SMK Muhammadiyah Surakarta. Selain bersekolah, ia juga mengikuti Program Pembinaan Jangka Panjang yang diselenggarakan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jawa Tengah di Surakarta.
Program tersebut menjadi bagian dari pembinaan atlet disabilitas berprestasi yang dipersiapkan menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk PEPARPEDA Jawa Tengah 2026.
Bagian dari Pembinaan Altet Disabilitas
Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo mengatakan, PEPARPEDA merupakan ajang olahraga bagi pelajar penyandang disabilitas yang menjadi pasangan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA).
Tahun ini, Banyumas mengirimkan 16 atlet yang akan berlaga pada cabang atletik, bulutangkis, renang, dan tenis meja.
Menurut Suwondo, keikutsertaan kontingen Banyumas menjadi bagian dari pembinaan atlet disabilitas secara berkelanjutan.
Karena itu, NPCI Banyumas tidak memasang target peringkat maupun jumlah medali, melainkan fokus memberikan kesempatan kepada atlet untuk mengembangkan potensi sekaligus mengukur hasil pembinaan.
Tahun Lalu Raih Tujuh Medali
Pada PEPARPEDA 2025, Banyumas meraih tujuh medali dan menempati peringkat kesembilan.
Meski sebagian atlet peraih medali telah lulus dan tidak lagi memenuhi syarat sebagai peserta, NPCI Banyumas tetap optimistis regenerasi atlet mampu menjaga prestasi pada PEPARPEDA 2026.
Suwondo menambahkan, pembinaan masih menghadapi kendala berupa jarak tempat tinggal atlet yang berjauhan dan keterbatasan ekonomi sebagian keluarga.
Meski demikian, persiapan terus dimaksimalkan sembari menjaring bibit-bibit atlet disabilitas untuk memperkuat prestasi Banyumas pada ajang mendatang. (*)









