CILACAP, KYAIMENTERI.ID — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia menggelar Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pantai Permisan, Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Senin (17/8/2026).
Upacara tersebut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya peringatan HUT Kemerdekaan RI dilaksanakan di Lapangan Pantai Permisan, Nusakambangan.
Salah satu momen yang menyita perhatian ialah pengibaran Sang Merah Putih oleh mantan narapidana terorisme (napiter) sebagai simbol bahwa pembinaan dapat membuka jalan perubahan dan pengabdian kepada bangsa.
Ketiga petugas pengibar bendera itu masing-masing yaitu Zainal, Kosasih dan agung Hizbullah.
Deputi Bidang Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Irjen Pol Arif Makhfudiharto, bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri menegaskan bahwa kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, melainkan amanah yang harus diisi dengan keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kerja nyata.
Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, peringatan kemerdekaan menjadi pengingat bahwa cita-cita para pendiri bangsa harus diwujudkan melalui pelayanan, pengabdian, dan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat.
Di lingkungan pemasyarakatan, semangat tersebut menemukan makna yang lebih dalam.
Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai bebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap manusia untuk memperbaiki diri dan membangun masa depan.
Karena itu, pemasyarakatan diarahkan menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan berorientasi pada perubahan.
Warga binaan didorong memiliki keterampilan, kemandirian, serta kesiapan untuk kembali dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Pesan itu terasa semakin relevan di Nusakambangan, tempat penegakan hukum berjalan beriringan dengan ikhtiar memulihkan kehidupan mereka yang pernah berhadapan dengan hukum.
Transformasi pemasyarakatan juga menuntut hadirnya sistem yang aman, tertib, profesional, transparan, dan berperikemanusiaan.
Teknologi serta digitalisasi terus didorong untuk mempercepat pelayanan sekaligus memperkuat akurasi dan pengawasan.
Selain itu, seluruh jajaran diminta menjaga integritas. Jabatan dan seragam bukan sekadar simbol kewenangan, melainkan amanah negara yang harus dipertanggungjawabkan melalui sikap, pelayanan, dan kerja nyata.
Menteri juga menekankan pentingnya persatuan dan kolaborasi. Tantangan kebangsaan tidak dapat diselesaikan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi pemerintah, aparat penegak hukum, TNI, pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.
Di Pantai Permisan, Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak sekadar seremoni.
Pengibaran bendera oleh mantan napiter menjadi representasi nyata bahwa perubahan adalah sesuatu yang mungkin diwujudkan.
Merah Putih berkibar membawa pesan bahwa kemerdekaan bukanlah titik akhir perjuangan.
Ia adalah jalan panjang untuk menjaga kedaulatan, memperkuat integritas, meningkatkan pelayanan, serta memberi setiap warga negara kesempatan untuk bangkit, hidup bermartabat, dan berkarya bagi Indonesia.









