BLORA, KYAIMENTERI.ID -Tujuh siswa SMP Negeri 4 Cepu, Kabupaten Blora, berhasil menembus ketatnya persaingan Olimpiade Matematika Nasional (OMN) 2026. Mereka sukses setelah melewati babak penyisihan yang diikuti 2.779 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia dan memastikan tiket menuju Grand Final.
Ketujuh siswa SMP Negeri 4 Cepu yang berhasil lolos yakni Royyan Aska Ahsana, Evi Anjayani, Dewa Syifa Ibrahim, Serena Rahmawati, Bela Dwi Sastria, Afika Zahra Ufaira, dan Dwi Putra Julian Ramadhan.
Guru Matematika SMP Negeri 4 Cepu, Nur Baity, mengatakan para siswa harus mengerjakan 50 soal dalam babak penyisihan. Tidak semua peserta dapat melanjutkan ke tahap berikutnya karena hanya peserta yang memperoleh nilai minimal 60 yang dinyatakan lolos.
“Anak-anak mengerjakan sebanyak 50 soal. Yang dinyatakan lolos menuju Grand Final adalah peserta yang memperoleh nilai 60 ke atas,” ujar Baity saat ditemui pada Minggu (6/9/2026).
Menurut Baity, tantangan OMN tidak ringan. Soal yang diberikan memiliki level kesulitan di atas kemampuan siswa dalam pembelajaran Matematika sehari-hari.
“Untuk soal memang lebih sulit karena levelnya di atas kemampuan anak-anak,” kata alumnus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini.
Keberhasilan tujuh siswa tersebut kini menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar. Baity menargetkan seluruh anak didiknya yang telah lolos mampu melanjutkan perjuangan hingga babak final dan meraih hasil maksimal.
“Target selanjutnya anak-anak didik kami bisa lolos semuanya ke babak final,” tegas wanita yang menjadi pendidik sejak Tahun 2004 ini.
Baity juga menekankan pentingnya membangun motivasi siswa agar tidak menganggap Matematika sebagai pelajaran yang sulit dan menakutkan. Menurutnya, siswa justru perlu diajak menikmati proses ketika menghadapi soal-soal yang menantang.
“Memotivasi anak-anak adalah salah satu cara membuat anak lebih semangat dan lebih menyukai Matematika,” jelasnya.
Ia mengatakan, rasa suka terhadap Matematika dapat tumbuh ketika siswa mulai menyukai tantangan. Ada kepuasan tersendiri ketika mereka berhasil memecahkan soal yang sebelumnya terasa sulit.
“Menyukai Matematika karena menyukai tantangan, punya nilai kepuasan jika bisa mengerjakan soal,” imbuh Baity.
Diketahui, OMN diselenggarakan oleh PT Mentari Competition Indonesia. Selain menjadi ajang menguji kemampuan Matematika siswa dari berbagai daerah di Indonesia, kompetisi tersebut juga menawarkan hadiah utama berupa tour ke dua negara, Malaysia dan Singapura.
Bagi SMP Negeri 4 Cepu, lolosnya tujuh siswa ke Grand Final bukan sekadar capaian akademik.
Kini, ketujuh siswa tersebut harus kembali mempersiapkan diri. Targetnya jelas: bukan hanya lolos, tetapi memberikan hasil terbaik di Grand Final OMN. (*)









