67 Guru di Jeneponto Sulawesi Selatan Ikuti Program Guru Mahir Koding

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Para peserta TOT Gerakan Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding di Kabupaten Jeneponto. (Foto: dok.istimewa)

JENEPONTO, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak 67 guru perwakilan dari 11 kecamatan se-Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan mengikuti Training of Trainer (TOT) Program Nasional 1 Juta Guru Mahir Koding, dengan latar jenjang pendidikan mulai dari guru TK, SD, SMP hingga SMA/SMK.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jeneponto, Basri mengatakan kegiatan yang bekerjasama dengan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu dipersiapkan sebagai penggerak sekaligus trainer. TOT berlangsung di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jeneponto, selama dua hari, 6–7 Oktober 2026.

Selain itu, diharapkan mampu menularkan kompetensi koding kepada guru-guru lain di gugus dan kecamatan masing-masing. Pentingnya peningkatan kompetensi guru di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Anak-anak kita sudah hidup di era AI. Jangan sampai guru kita gagap teknologi,” katanya, Rabu (7/10).

Menurut Basri program 1 Juta Guru Mahir Koding ini bukan sekadar belajar komputer, tetapi belajar cara berpikir logis, sistematis, dan kreatif. Dan nantinya diharapkan guru yang hadir menjadi embrio perubahan digital.

Penguasaan teknologi, lanjut Basri tidak lagi dapat dipandang sebagai keterampilan tambahan bagi guru.

Perkembangan teknologi, termasuk AI, menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan generasi saat ini dan masa depan.

Ketua PGRI Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin mengatakan bahwa program ini menjadi langkah strategis mendorong ekosistem pendidikan di Jeneponto.

Tidak hanya menjadikan peserta didik sebagai pengguna teknologi, tetapi bertahap mampu membentuk generasi yang memiliki kemampuan berpikir komputasional.

“Selain itu kreatif, adaptif, dan berpotensi menjadi pencipta teknologi di masa depan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta TOT mendapatkan sejumlah materi utama, di antaranya Computational Thinking, pemrograman visual menggunakan Scratch, serta pengenalan kecerdasan artifisial (AI) dasar untuk pembelajaran.

Materi dirancang untuk memberikan pemahaman dasar sekaligus keterampilan praktis yang dapat diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran sesuai jenjang pendidikan masing-masing.

Pembukaan TOT berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Para peserta mengikuti sesi awal pengenalan koding sebagai bagian dari rangkaian pelatihan yang diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi transformasi digital di dunia pendidikan.

Materi dilanjutkan dengan praktik pembuatan akun Copilot Chat, sebagai langkah awal guru mengenal dan memanfaatkan teknologi AI dalam keseharian pembelajaran. Para peserta yang rata-rata membawa laptop untuk langsung mencoba fitur-fitur AI.

Panitia menegaskan bahwa ToT ini bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan kolektif untuk melahirkan guru-guru yang siap menghadapi revolusi pendidikan berbasis teknologi.

Bagikan Tulisan Ini