Siswa Baru SD-SMP di Maros Terima Seragam Sekolah Gratis

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Bupati Maros Chaidir Syam berfoto bersama siswa SD dan SMP penerima bantuan seragam sekolah di Lapangan Pallantikang, Kompleks Kantor Bupati Maros, Kamis (1/10/2026). (Foto: Dok. Istimewa)

MAROS, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak 15.453 siswa SD dan SMP/MTs yang baru masuk sekolah menerima seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan program tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah sekaligus upaya membantu meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan sekolah anak didik.

“Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong siswa lebih semangat mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” kata Bupati saat menyerahkan seragam secara simbolis di Lapangan Pallantikang, Kompleks Kantor Bupati Maros, Jalan Jenderal Sudirman No 1, Kecamatan Turikale, Kamis (1/10/2026).

Bupati mengatakan program tersebut menyasar siswa baru kelas 1 SD serta kelas 7 SMP/MTs tanpa membedakan kondisi ekonomi keluarga.

Menurut Chaidir, program seragam gratis telah dijalankan Pemkab Maros sejak periode awal kepemimpinannya tahun 2022 dan terus berlanjut setiap tahunnya. Tahun ini tercatat bantuan diberikan kepada 7.828 siswa SD dan 7.625 siswa SMP/MTs.

“Semoga anak didik bisa semakin rajin ke sekolah dengan hadirnya bantuan ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Maros, Andi Wandi Patabai, mengatakan pengadaan seragam tersebut menghabiskan anggaran APBD hampir Rp4 miliar.

Rinciannya, pengadaan seragam SD memiliki nilai kontrak Rp1.997.297.537, sedangkan seragam SMP senilai Rp1.969.527.762.

“Seragam telah melalui proses pengecekan sebelum didistribusikan kepada siswa,” katanya.

Proses pengecekan dilakukan, lanjut Wandi untuk memastikan jumlah dan kualitas seragam sesuai dengan pengadaan.

“Pendistribusian dilakukan melalui masing-masing sekolah penerima,” katanya.

Para kepala sekolah mengambil seragam di Kantor Disdikbud Maros dengan menandatangani berita acara penyerahan barang.

“Ini bukan hanya untuk anak didik yang tidak mampu, tetapi semua siswa yang masuk dalam program,” katanya.

Bagikan Tulisan Ini