MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Sedikitnya 22 guru SMKN 6 Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengikuti pembekalan keamanan digital untuk mencegah penipuan online yang marak terjadi di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 6 Makassar, Andi Nursidah Galigo mengatakan, edukasi keamanan digital penting seiring semakin banyaknya aktivitas guru dan siswa yang menggunakan teknologi. Pengetahuan mengenai penipuan online, kata dia, penting untuk melindungi data pribadi.
“Materi ini sangat bermanfaat bagi guru dan siswa,” kata Andi Nursidah, di Makassar, Kamis (1/10/2026).
Nursidah menyebut kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan para dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
Ia menjelaskan, kegiatan berlangsung interaktif melalui penyampaian materi dan diskusi mengenai berbagai kasus penipuan online.
Peserta membahas sejumlah modus yang kerap ditemukan masyarakat dalam penggunaan layanan digital, termasuk langkah pencegahan dan pengamanan data pribadi.
“Kami berharap pengetahuan ini dapat diteruskan kepada siswa,” ujarnya.
Dosen Ilmu Komputer UMI, Erick Irawadi Alwi menjelaskan, edukasi keamanan digital penting karena kejahatan di ruang digital semakin marak.
“Edukasi difokuskan pada peningkatan pemahaman guru terhadap risiko penipuan di ruang digital,” jelasnya.
Erick mengungkapkan, sejumlah modus penipuan online yang perlu diwaspadai, antara lain phishing, tautan palsu, rekayasa sosial, serta penyalahgunaan data pribadi.
Untuk itu, guru diharapkan lebih memahami risiko tersebut sehingga lebih berhati-hati saat menggunakan ruang digital, termasuk menjaga kerahasiaan OTP, PIN, dan kata sandi.









