BLORA, KYAIMENTERI.ID – SMP Negeri 1 Sambong di Kabupaten Blora, menggalang bantuan untuk lima keluarga siswa dan dua pekerja revitalisasi sekolah yang terdampak kebakaran di Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Senin (21/9/2026).
Penggalangan dana darurat dilakukan setelah kebakaran melanda permukiman padat warga. Peristiwa tersebut dipicu korsleting arus listrik dan berlangsung saat lingkungan sekitar sepi karena jam kerja dan sekolah.
“Kami menyambut positif langkah tanggap emergency tersebut. Wadah serta tim peduli bencana kebakaran segera disiapkan di lapangan,” ujar Ketua Komite SMPN 1 Sambong, Samsuri.
Informasi yang dihimpun kyaimenteri.id menyebutkan, dalam waktu sekitar 15 menit, api melalap sejumlah rumah warga.
Armada Damkar BPBD Kabupaten Blora berhasil memadamkan api, sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain.
Lima keluarga siswa SMPN 1 Sambong, menjadi korban terdampak. Rumah orang tua Muhammad Refandi (kelas 9G) dan Febrian Susanto (kelas 9E) rata dengan tanah dan mengalami kerusakan total.
Sementara itu, rumah orang tua Novika Khoirunisa, Slamet Wahyu Novianto, dan Yusril Mirza mengalami kerusakan.
Api juga merusak rumah Lasiman dan Parlan, dua pekerja revitalisasi sekolah. Sekolah kemudian menyebarkan informasi donasi melalui media sosial resmi, yakni TikTok, Instagram, dan YouTube.
Dalam waktu 24 jam, bantuan dari wali murid, guru, karyawan, dan masyarakat mulai terkumpul.
Tim peduli bencana menyalurkan bantuan kepada para korban, Selasa (22/9/2026). Bantuan berupa uang tunai dan bahan pangan pokok.
Total donasi uang tunai mencapai Rp6 juta. Selain itu, terkumpul 450 kilogram beras, 58 kilogram gula, 40 liter minyak goreng, 15 dus mi instan, serta paket kebersihan.
Seluruh bantuan diserahkan langsung oleh pihak sekolah dengan disaksikan pemerintah Desa Sambongrejo.
Sekretaris Desa Sambongrejo, Sutomo, turut hadir dalam penyerahan bantuan tersebut.
“Kami mengapresiasi tinggi kepedulian serta dukungan moral keluarga besar SMPN 1 Sambong,” ujar Sutomo.
Sutomo mengatakan, bantuan logistik tersebut sangat bermanfaat bagi para korban, terutama anak-anak sekolah yang membutuhkan bantuan untuk keberlanjutan belajar mereka.
Bersamaan dengan penyaluran bantuan, warga komunitas Sedulur Sikep menggelar aksi gotong-royong membersihkan puing sisa kebakaran di lokasi kejadian.
Warga adat juga bekerja sama membangun kembali rumah korban secara bertahap.
Aksi tersebut menjadi bagian dari respons warga sekolah terhadap bencana. Sebelumnya, SMPN 1 Sambong telah menggelar simulasi tanggap bencana pada Hari Kesiapsiagaan Bencana.
Latihan mitigasi yang digelar April lalu, menjadi bekal bagi warga sekolah untuk sigap membantu saat terjadi bencana. (*)









