BANYUMAS, KYAIMENTERI.ID — Seni kaligrafi di MI Ma’arif NU 01 Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, menjadi bagian dari kegiatan pengembangan minat dan bakat siswa di lingkungan madrasah.
Guru kaligrafi MI Ma’arif NU 01 Pancurendang, Muhammad Ghafron Najib mengatakan, kegiatan tersebut diikuti siswa di madrasah yang jumlah keseluruhannya mencapai sekitar 400 siswa.
“Tujuannya membangkitkan minat dan bakat siswa, terutama dalam bidang seni. Kedua, untuk menggairahkan lagi agar anak-anak paham bagaimana cara menulis Al-Qur’an dengan baik dan benar,” kata Ghafron saat ditemui, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, kaligrafi tidak hanya diarahkan untuk mengasah kemampuan seni, tetapi juga menjadi kegiatan positif bagi siswa dalam mengisi waktu luang.
Siswa juga diberi kesempatan untuk mengembangkan bakat dan minatnya di bidang kesenian.
“Bagi siswa manfaatnya banyak sekali. Salah satunya untuk mengisi waktu-waktu luang agar tidak terbuang sia-sia. Ke depannya bisa lebih mewarnai bakat dan minatnya untuk berkesenian,” ujarnya.
Ghafron mengungkapkan, antusiasme siswa terhadap kegiatan kaligrafi cukup tinggi.
Sejumlah siswa bahkan terus menekuni keterampilan tersebut setelah lulus dari madrasah dan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Menurut dia, beberapa mantan siswa yang menekuni kaligrafi berhasil meraih prestasi dalam kompetisi hingga tingkat provinsi dan nasional.
“Alhamdulillah, siswa sangat berminat. Ada beberapa siswa sampai masuk kuliah pun masih menekuni, bahkan sampai bisa mencapai juara provinsi tingkat mahasiswa sampai nasional,” ungkapnya.
Ia berharap pembelajaran kaligrafi di madrasah dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan seni menulis Arab.
Perkembangan teknologi, kata dia, juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pembelajaran kaligrafi agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
“Harapan terbesar karena ini adalah warisan dari nenek moyang, terutama dalam bidang kaligrafi, bagaimana cara menulis yang baik dan benar, berkaidah dan lain sebagainya supaya tidak lapuk dimakan zaman,” ujarnya.
Siswa kelas VI, Nur Sifat Khairun Nisa, mengaku senang mengikuti kegiatan kaligrafi karena dapat melatihnya membuat tulisan lebih rapi.
“Seru, karena bisa membuat tulisan lebih rapi,” kata Nisa.
Nisa mengaku masih mengalami kesulitan dalam membuat tulisan Arab. Namun, ia berharap kemampuan kaligrafinya semakin baik dan dapat meraih prestasi.
Saat ditemui, Nisa sedang mengerjakan kaligrafi Surat Al-Kautsar. Ia terus berlatih untuk meningkatkan keterampilannya dalam menulis kaligrafi. (*)









