SUNGGUMINASA, KYAIMENTERI.ID – Sebanyak 20 guru produktif dan perwakilan siswa SMK Negeri 4 Gowa, Sungguminasa, Sulawesi Selatan (Sulsel), mengikuti pembelajaran dan pendampingan kemasan cerdas (smart packaging) berbasis kode QR dinamis untuk meningkatkan daya saing produk Teaching Factory (TeFa) sekolah.
“Guru dan siswa terlibat dalam rangkaian kegiatan yang meliputi sosialisasi, diskusi kelompok terarah, pelatihan, hingga pendampingan produksi dan peluncuran media sosial resmi unit TeFa,” kata Kepala SMKN 4 Gowa, Imanuddin Djaya, saat dikonfirmasi Jumat (18/9/2026).
Imanuddin menjelaskan, kegiatan tersebut didampingi tim dari Program Studi Teknik Grafika Politeknik Negeri Media Kreatif (Polimedia) Makassar.
Pendampingan diarahkan untuk meningkatkan literasi visual siswa sekaligus memperkuat kesiapan unit produksi sekolah menghadapi kebutuhan industri kreatif.
“Kerja sama dengan Polimedia sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir ini,” jelasnya.
Sejak 2024, kolaborasi tersebut difokuskan pada transformasi digital pengelolaan dan pemantauan praktik kerja industri siswa.
Program kemudian berlanjut melalui pengembangan Grafikapreneur yang berfokus pada pendampingan kewirausahaan dan digitalisasi produk siswa pada 2025.
“Tahun ini diperkuat melalui pengembangan smart packaging dan digital marketing,” ungkap Imanuddin.
Imanuddin menjelaskan, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Polimedia memberikan pembekalan dan pendampingan kepada guru serta siswa yang telah dipilih.
Peserta mempelajari modul praktis desain kemasan dan pemasaran digital.
“Tim Satgas Digital TeFa dari unsur guru dan siswa serta didorong integrasi materi smart packaging ke dalam kurikulum lokal Teknik Grafika,” katanya.
Menurut Imanuddin, program tersebut diharapkan memperkuat pembelajaran vokasi berbasis kebutuhan industri sekaligus membuka peluang produk siswa SMKN 4 Gowa menjangkau pasar lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ketua Tim PkM Polimedia, Junaedi mengatakan, program pendampingan kali ini bertajuk Implementasi Kemasan Cerdas (Smart Packaging) Berbasis Kode QR Dinamis dan Integrasi Digital Marketing bagi TeFa SMKN 4 Gowa.
“Program ini berangkat dari hasil observasi yang menunjukkan produk unggulan siswa SMKN 4 Gowa masih menggunakan kemasan konvensional,” kata Junaedi.
Menurutnya, sistem pemasaran produk SMKN 4 Gowa juga masih banyak mengandalkan penjualan langsung di lingkungan sekolah.
“Guru dan siswa Teknik Grafika dilatih membuat kemasan yang dilengkapi kode QR dinamis,” ujarnya.
Kode QR tersebut nantinya dapat terhubung dengan landing page digital yang memuat informasi produk, legalitas, hingga tautan pembelian.
Selain pembelajaran kemasan, peserta juga mendapat pelatihan desain grafis terapan, pembuatan kode QR dinamis, dan pemasaran digital.
“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari hilirisasi riset dan kemitraan jangka panjang,” ujarnya. (*)









