BANYUMAS, KYAIMENTERI.ID – Cita-cita menjadi dokter membawa Jumriah melanjutkan pendidikan dari Sabah, Malaysia, ke Banyumas. Kini, ia mendapat kesempatan bersekolah di Indonesia sebagai siswa repatriasi dengan dukungan biaya pendidikan di SMA Ma’arif NU 1 Ajibarang.
Jumriah sebelumnya tinggal di Sabah bersama orang tuanya yang bekerja sebagai buruh perkebunan sawit. Ia menempuh pendidikan di wilayah tersebut sebelum melanjutkan sekolah di Indonesia.
Berada di lingkungan pendidikan yang baru membuat Jumriah mengenal berbagai kegiatan yang sebelumnya tidak ditemuinya di Sabah. Di sekolahnya kini, ia mengikuti Pramuka, OSIS, dan IPPNU.
“Lumayan ada peningkatan. Hal yang belum saya tahu di Malaysia, saya tahu di sini,” ujar Jumriah siswa kelas X-2 itu saat ditemui di sekolahnya, Senin (14/9/2026).
Menurut dia, perbedaan juga terasa dalam aktivitas sekolah. Di Indonesia, kegiatan belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga diisi berbagai aktivitas organisasi dan ekstrakurikuler.
“Kalau di sini ada Pramuka, OSIS dan IPPNU. Di sana tidak ada,” katanya.
Meski demikian, Jumriah menilai pendidikan yang pernah dijalaninya di Sabah tetap memberikan bekal. Hanya saja, ia menyebut keterbatasan tenaga pengajar membuat mata pelajaran yang tersedia tidak selengkap di sekolahnya sekarang.
“Sebetulnya cukup, cuma mungkin kekurangan guru. Jadi mata pelajarannya kurang lengkap,” tuturnya.
Kesempatan bersekolah di Indonesia ingin dimanfaatkan Jumriah untuk mengejar cita-cita yang sudah diimpikannya sejak kecil. Ia ingin melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan menjadi dokter.
“Saya ingin menjadi dokter. Itu memang impian saya dari kecil. Orang tua saya juga sangat mendukung saya untuk menjadi dokter,” katanya.
Karena itu, Jumriah berharap bisa terus mendapatkan dukungan pendidikan dan beasiswa hingga jenjang perguruan tinggi. Ia juga berpesan kepada teman-temannya yang masih berada di Sabah agar tidak berhenti belajar dan mencari kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Lebih semangat belajar supaya bisa mendapatkan beasiswa. Dan sekolah di Indonesia itu sangat mantap, bagus,” ujarnya.









