SMPN 4 Satap Doplang Blora Dapat Revitalisasi, Harapan Baru dari Tengah Hutan

Penulis: Luhur Susilo | Editor: Eko Budi Utomo
Setelah menanti 17 tahun, SMPN 4 Satap Doplang, Blora, mendapat bantuan revitalisasi pada 2026. Program tersebut diharapkan memperkuat semangat siswa menuntaskan pendidikan. – Foto: Luhur Susilo, kyaimenteri.id

BLORA, KYAIMENTERI.ID – Setelah menanti selama 17 tahun, SMPN 4 Satu Atap (Satap) Doplang, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, akhirnya mendapat bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat pada 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Sunaryo mengatakan revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas sekolah. Lebih dari itu, keberadaan sarana belajar yang layak diharapkan memperkuat semangat siswa untuk menyelesaikan pendidikan.

“Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadi penguat mental belajar para siswa hingga tuntas dan berlanjut,” katanya.

Kabar tersebut disambut antusias para guru dan siswa. Sekolah yang berada di kawasan hutan terpencil itu berharap revitalisasi dapat menghadirkan fasilitas belajar yang lebih layak sekaligus memberi semangat baru bagi siswa untuk menuntaskan pendidikan.

Kepala SMPN 4 Satap Doplang Efan Khairul Amar menyebut bantuan itu menjadi momentum untuk membenahi kondisi sekolah yang selama ini minim dukungan infrastruktur.

Sekolah yang berada di Dukuh Selogender, Desa Gempol, Kecamatan Jati, itu telah menanti bantuan sejak 2009.

Perjuangan menuju sekolah pun tidak ringan. Delapan guru PPPK dan tenaga pendidik lainnya harus menempuh jarak 20 hingga 75 kilometer untuk mengajar.

Persoalan fasilitas menjadi penting karena sekolah berada di wilayah yang menghadapi tantangan angka anak tidak sekolah atau ATS.

Di sisi lain, kawasan perkebunan dan pertanian di sekitar sekolah menawarkan peluang pendapatan harian yang cukup menarik.

Efan mengatakan upah buruh tani di wilayah tersebut berkisar Rp150 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Kondisi itu membuat sebagian anak tergoda memilih bekerja daripada menyelesaikan pendidikan wajib.

“Iming-iming pendapatan instan tersebut kerap menjadi alasan anak-anak setempat memilih bekerja di sektor agraris alih-alih merampungkan pendidikan wajib,” ungkap Efan.

Karena itu, sekolah bersama masyarakat dan pemerintah daerah terus mendorong pentingnya menuntaskan pendidikan hingga jenjang menengah.

Kehadiran gedung sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan diharapkan ikut menjaga siswa tetap berada di bangku sekolah.

Akses menuju sekolah juga mulai membaik. Pembangunan jalan melalui program Inpres Jalan Daerah di jalur lintas hutan membuat perjalanan menuju kawasan tersebut lebih mudah.

Meskipun jauh dari pusat Kota Blora, sekitar 65 kilometer melalui kawasan hutan, semangat belajar siswa SMPN 4 Satap Doplang tetap terjaga.

Arjuna Cakra Buana Putra, siswa kelas IX sekaligus mantan duta MAPSI Blora, menyambut baik perhatian pemerintah terhadap sekolahnya.

Dia mewakili teman-temannya menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Bagi sekolah dan masyarakat sekitar, revitalisasi bukan sekadar memperbaiki bangunan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan anak-anak di wilayah pedalaman tetap memperoleh kesempatan belajar yang layak.

Bagikan Tulisan Ini