BLORA, KYAIMENTERI.ID — Progres revitalisasi SMP Negeri 2 Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah melebihi 60 persen.
Konsultan Pengawas Program, Dwi Agung Dewantoro Putro menjelaskan, pengerjaan fisik berjalan lancar.
“Seluruh proses pengerjaan berjalan sesuai perencanaan awal, bahkan sedikit melampaui target,” ungkap Dwi Agung.
Ia mengatakan, rehabilitasi sarana pendidikan ini diproyeksikan selesai tepat waktu.
Alokasi durasi pengerjaan yang telah ditentukan, diyakini mampu terpenuhi tanpa mengurangi standar kualitas bangunan.
Saat ini, pengerjaan gedung kelas dan Laboratorium IPA telah memasuki tahap pemolesan akhir. Sementara itu, fasilitas kamar kecil dan ruang guru masih dikerjakan intensif.
Kepala SMPN 2 Banjarejo, Sri Maya Harum Ristiyaningsih, mengapresiasi pembenahan tersebut. Ruang kelas yang rampung kini berpenampilan bersih, modern, dan kondusif untuk belajar.
Ia berharap agar fasilitas vital lainnya turut mendapat pembenahan lanjutan. Kebutuhan tersebut mencakup ruang teknologi informatika guna mendukung kelancaran pelaksanaan TKA.
Menurut dia, pengembangan ruang perpustakaan juga sangat dibutuhkan demi menguatkan literasi siswa. Selain itu, perbaikan sanitasi lingkungan internal sekolah menjadi perhatian.
Drainase yang memadai, juga sangat diperlukan untuk mengantisipasi limpasan air hujan. Saat musim hujan tiba, air sering menggenangi kawasan sekolah akibat saluran yang kurang optimal.
Kegembiraan dirasakan Siti Pradiva Indriyani, siswi kelas 8.A. Ia merasa sangat bersyukur karena ruang kelasnya tidak lagi mengalami kebocoran saat hujan turun.
Atap gedung kini kokoh, sedangkan lantai dan dinding yang retak telah diperbaiki. Ia berharap area lapangan serta akses jalan setapak antarruang juga ditata ulang.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah bangunan sekolah ini mengalami kerusakan parah akibat bencana alam.
Atap dan genteng ruang kelas ambrol. Kondisi tersebut sempat mengganggu kenyamanan serta keamanan seluruh warga sekolah saat beraktivitas harian.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), kemudian mengucurkan bantuan revitalisasi untuk sekolah tersebut. (*)









