Siswa Sekolah Rakyat Wajo Ikuti Pelatihan Pencak Silat Militer Bersama Kodim

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Budi Supriyantoro
Para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 19 Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) sedang dilatih bela diri Pencak Silat Militer (PSM). [Foto. Dok. Kodim 1406/Wajo)

SENGKANG, KYAIMENTERI.ID – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 19 Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel), berkolaborasi dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 1406/Wajo menggelar program pelatihan bela diri Pencak Silat Militer (PSM).

Sekitar 350 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA SRT 19 Wajo mengikuti pelatihan yang berlangsung di Aula Sekolah Rakyat, Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Selasa (1/9/2026).

Kepala Sekolah SRT 19 Wajo, Asri, mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi siswa. Pihak sekolah juga memberikan kesempatan kepada staf dan guru untuk menambah pengetahuan mengenai bela diri.

“Kolaborasi antara Kodim 1406/Wajo dan pihak sekolah menjadi langkah nyata dalam mendukung pembentukan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter,” katanya.

Pembinaan Ketahanan Fisik

Selain Pencak Silat Militer, siswa SRT 19 Wajo juga mendapatkan pembinaan ketahanan fisik dasar serta pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Kegiatan tersebut ditujukan untuk membentuk karakter generasi yang tangguh dan disiplin.

“Melalui pembinaan secara terarah dan berkelanjutan, kami berharap peserta didik SRT 19 Wajo tumbuh menjadi generasi yang disiplin, beretika, tangguh, bertanggung jawab, dan memiliki semangat kebangsaan,” ujar Asri.

Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan latihan perdana PSM bagi siswa SRT 19 Wajo yang diberikan oleh Dandim setelah peresmian dimulainya pembelajaran pada Agustus 2026.

Pelatihan Perdana Sekolah Rakyat

Perwira Seksi Operasional (Pasiops) Kodim 1406/Wajo, Kapten Inf Arfan, mengatakan program tersebut merupakan kegiatan rutin yang menjadi bagian dari latihan Padepokan PSM Kodim 1406/Wajo. SRT 19 Wajo menjadi padepokan ke-12 yang telah dibentuk.

Menurut Arfan, para pelatih dari Kodim 1406/Wajo dijadwalkan secara bergantian apabila ada pelatih yang berhalangan hadir. Di antaranya Sertu Herman, Serda Restu, serta Babinsa Kelurahan Uraiyang, Serda Agil.

“Beberapa di antaranya juga para tenaga kependidikan dan guru,” ujarnya.

Arfan menjelaskan, para siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan para pelatih. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemanasan untuk mempersiapkan kondisi fisik sebelum memasuki materi utama.

Bekal Menuju Ajang Prestasi

Dalam pelatihan tersebut, siswa mendapatkan materi dasar, mulai dari latihan penghormatan hingga teknik dasar kuda-kuda. Kegiatan kemudian ditutup dengan pelemasan otot.

Arfan berharap pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan sekaligus membuka peluang bagi siswa untuk meraih prestasi melalui berbagai ajang kompetisi, termasuk pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel XVIII mendatang.

“Kami berharap siswa punya peluang jika diminta perwakilan sekolah akan ditampilkan untuk mewakili Kabupaten Wajo saat Porprov,” katanya.

Membentuk Disiplin dan Etika

Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 1406/Wajo, Letkol Inf Harianto, mengatakan pembinaan yang diberikan kepada siswa tidak hanya berupa pelatihan pencak silat.

Siswa juga dibekali pendidikan PBB yang meliputi sikap dasar dan gerakan di tempat. Materi tersebut menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan, kekompakan, serta kepatuhan terhadap aturan.

“Peserta didik juga dibekali etika makan dan tata krama dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Harianto mengatakan pembekalan tersebut diarahkan untuk menumbuhkan sikap sopan santun, rasa tanggung jawab, menghargai sesama, serta membangun kebiasaan positif sejak dini.

Selain pembentukan mental dan karakter, kegiatan juga diisi dengan latihan ketahanan fisik dasar.

“Materi ini bertujuan meningkatkan kebugaran sekaligus menanamkan semangat pantang menyerah, keberanian, dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan,” katanya.

TNI Dukung Pendidikan Sekolah Rakyat

Harianto menambahkan, keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap proses pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Kami ingin ikut mengambil bagian dalam menyiapkan generasi masa depan,” katanya.

Pembinaan pencak silat tersebut menjadi salah satu kegiatan pendukung pendidikan siswa Sekolah Rakyat dengan memadukan aktivitas fisik, kedisiplinan, dan pembelajaran di luar ruang kelas.

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, para siswa diharapkan memperoleh pengalaman dan bekal yang bermanfaat untuk menunjang proses pendidikan mereka. (*)

 

Bagikan Tulisan Ini