Bangkit dari Reruntuhan: Wajah Baru SMPN 2 Tunjungan Blora dan Napas Seni Barong

Penulis: Luhur Susilo | Editor: Eko Budi Utomo
Siswa SMP Negeri 2 Tunjungan, Kabupaten Blora dengan pertunjukan seni barong di sekolah mereka yang sudah direvitalisasi

BLORA, KYAIMENTERI.ID – Suara gemeretak kayu lapuk di ruang kelas itu kini tinggal kenangan yang perlahan terkubur.

Napas baru berhembus di SMP Negeri 2 Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, usai revitalisasi.

Sekolah ini sempat terpuruk akibat musibah bangunan ambrol yang melumpuhkan aktivitas belajar.

Atap tiga ruang kelas mendadak runtuh karena digerogoti serangan hama kayu ganas.

Peristiwa tersebut mengancam keselamatan fisik serta kenyamanan ratusan murid yang tengah menimba ilmu.

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons cepat situasi darurat itu.

Bantuan revitalisasi satuan pendidikan kategori kebencanaan digelontorkan untuk memulihkan infrastruktur sekolah tersebut.

Langkah pemulihan fisik ini merehabilitasi total deretan ruang kelas dan perpustakaan yang rusak parah.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, menegaskan keselamatan siswa adalah prioritas utama.

Ia menginstruksikan pengosongan ruang kelas berisiko tinggi demi mencegah jatuhnya korban jiwa.

Penggunaan ruang belajar alternatif dioptimalkan agar kegiatan belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama.

Kepala SMP Negeri 2 Tunjungan, Endang Sri Wahyuni, mengungkapkan rasa lega mendalam atas bantuan tersebut.

Menurutnya, revitalisasi ini mengembalikan standar layanan pendidikan yang layak bagi anak-anak di daerah.

Kini, lingkungan dan sarana prasarana sekolah menjadi jauh lebih aman, bersih, dan sehat.

Suasana belajar yang menyenangkan membuat peserta didik dapat mengikuti pelajaran dengan lebih fokus.

Guru dan tenaga kependidikan juga merasa lebih tenang dalam memberikan pelayanan pendidikan berkualitas.

Segenap keluarga besar sekolah menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia.

Bagus Candra, salah satu guru pengajar, mengaku bersyukur atas fasilitas baru yang memadai.

Ia menilai lingkungan belajar yang kondusif sangat mendukung kreativitas guru dalam menyampaikan materi.

Antusiasme serupa dirasakan langsung oleh para peserta didik yang sempat diliputi rasa cemas.

M. Zaidan Rosyid, siswa kelas IX A, mengaku sangat bahagia menyambut ruang kelas baru.

Ia dan teman-temannya sudah tidak sabar menempati kelas yang kokoh, terang, dan aman.

Zaidan mewakili rekan-rekannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan nyata tersebut.

Program revitalisasi transformatif ini membuktikan komitmen negara menjamin keadilan akses pendidikan di pelosok.

Namun, kebangkitan sekolah ini tidak hanya berhenti pada pemugaran fisik bangunan semata.

Di tengah modernisasi fasilitas, SMPN 2 Tunjungan tetap konsisten merawat tradisi leluhur.

Sekolah ini memiliki kelompok seni barong kebanggaan bernama Sekar Jati.

Grup kesenian tradisional tersebut melibatkan siswa dan guru sebagai pengrawit hingga pembarong.

Nama Sekar Jati memiliki makna filosofis sebagai simbol pelestarian budaya lokal.

Kelompok seni ini juga mengusung misi penting pelestarian alas jati khas Blora.

Bagikan Tulisan Ini