Bangun Sebelum Fajar, Cahaya Kejar Mimpi di Dinding Panjat Porprov Banten

Penulis: Ahmad Herdi | Editor: Eko Budi Utomo
Cahaya Ilahi Nan Suci, Siswi kelas VIII A SMP Unggulan Uswatun Hasanah Kota Cilegon, foto ; ist

CILEGON, KYAIMENTERI.ID – Hari masih terbungkus dinginnya subuh. Sebagian anak seusianya masih terlelap di balik selimut. Namun, bagi Cahaya Ilahi Nan Suci, waktu tersebut justru menjadi awal perjuangan.

Siswi kelas VIII A SMP Unggulan Uswatun Hasanah Cilegon itu sudah harus bangun sebelum fajar. Bukan untuk sekadar bersiap ke sekolah, melainkan menjalani latihan fisik di rumah.

Rutinitas itu sudah menjadi bagian dari kesehariannya.

Usai mengikuti pelajaran di sekolah, perjuangan Cahaya belum selesai. Lima kali dalam sepekan, dia menuju Asrama Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Kota Serang.

Di sana, latihan panjat tebing berlangsung selama empat jam. Mulai pukul 14.00 hingga 18.00 WIB.

Bagi remaja seusianya, menjalani rutinitas seperti itu tentu bukan hal ringan. Waktu untuk bermain dan bersantai harus dikurangi.

Namun, Cahaya memilih tetap menjalaninya karena ada satu mimpi yang ingin diwujudkannya, yakni tampil maksimal pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026 melalui cabang olahraga panjat tebing nomor wall climbing.

“Saya optimistis bisa meraih hasil terbaik di Porprov nanti. Latihan memang cukup berat, tetapi saya menikmatinya” ujar Cahaya optimistis saat diwawancarai, Sabtu 29 Agustus 2026.

Perkenalannya dengan panjat tebing bermula ketika masih duduk di kelas VI sekolah dasar. Saat itu, Cahaya mulai berlatih di Bapor Kota Cilegon dan bergabung dengan klub Adventure Outbound.

Dari sekadar mencoba, olahraga tersebut perlahan menjadi bagian penting dalam hidupnya.

Dinding panjat yang harus ditaklukkan justru mengajarkannya tentang keberanian, kesabaran, dan pentingnya tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Perjuangan itu pun mulai membuahkan hasil. Pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Cilegon pada Juli 2026, Cahaya berhasil meraih juara II.

Prestasi tersebut menjadi suntikan semangat untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya.

“Saya mulai latihan sejak kelas VI SD. Dari olahraga ini saya mendapatkan banyak pengalaman, teman baru, dan tentu prestasi,” katanya.

Kini, tantangan berikutnya sudah di depan mata. Porprov Banten 2026 menjadi panggung yang ingin ditaklukkan Cahaya. Ia sadar persaingan akan semakin berat, tetapi latihan demi latihan terus dijalaninya dengan disiplin.

Dukungan keluarga, sekolah, dan pelatih menjadi kekuatan tersendiri bagi Cahaya.

Ia berharap kerja keras yang dilakukan sejak dini dapat membawanya meraih prestasi sekaligus menjadi pijakan untuk mengikuti jejak atlet-atlet panjat tebing berprestasi di tingkat nasional.

Bagikan Tulisan Ini