LUMAJANG, KYAIMENTERI.ID — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 133 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), turut mengambil peran mendukung pelayanan kesehatan masyarakat Desa Wonokerto, Kabupaten Lumajang.
Mereka melakukan kegiatan pendampingan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang dilaksanakan di empat dusun.
Kegiatan tersebut berlangsung pada tanggal 6, 10, 11, dan 12 Agustus 2026 dengan dusun yang berbeda.
Kegiatan ini melibatkan kader Posyandu, tenaga kesehatan, mahasiswa KKN, serta masyarakat yang mengikuti pelayanan kesehatan.
Interaksi dengan Warga Berbagai Kelompok Usia
Pendampingan Posyandu menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Kelompok 133 UMM dalam mendukung kegiatan pelayanan kesehatan yang telah berjalan di Desa Wonokerto.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat terlibat secara langsung kegiatan kesehatan masyarakat, sekaligus berinteraksi dengan warga dari berbagai kelompok usia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN membantu kader Posyandu dan tenaga kesehatan di sejumlah tahapan pelayanan.
Tahapan layanan meliputi, layanan kesehatan balita dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia.
Pada pelayanan kesehatan balita, mahasiswa membantu melakukan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan balita yang mengikuti kegiatan Posyandu.
Koordinasi dengan Kader dan Tenaga Kesehatan
Selain itu, mahasiswa KKN juga turut mendampingi proses pemberian obat cacing dan imunisasi yang dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan Posyandu.
Mahasiswa tetap berkoordinasi dengan kader dan tenaga kesehatan, sehingga setiap kegiatan dapat dilakukan sesuai dengan prosedur pelayanan yang berlaku.
Pada layanan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat dewasa dan lanjut usia, mahasiswa KKN Kelompok 133 membantu pengecekan tekanan darah dan penimbangan berat badan, serta pemeriksaan kadar gula darah bagi masyarakat lanjut usia.
Mahasiswi Program Studi Kedokteran UMM sekaligus anggota KKN UMM 133, Tsabita, mengatakan, keterlibatannya beserta anggota lain dalam posyandu memberikan pengalaman langsung dalam memahami kondisi kesehatan masyarakat.
Butuh Kesabaran dan Empati
“Kami jadi belajar, bahwa setiap warga punya kondisi yang berbeda. Seperti kegiatan mengambil sampel darah untuk cek gula darah, ternyata membutuhkan kesabaran dan empati,” ujarnya.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu mendapatkan respons positif dari masyarakat Desa Wonokerto.
Antusiasme warga terlihat dari kehadiran dan partisipasi mereka dalam mengikuti pelayanan kesehatan yang tersedia.
Bagi mahasiswa, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, sekaligus memahami pelayanan kesehatan berbasis masyarakat di tingkat desa.
Kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai kelompok usia tersebut menunjukkan bahwa Posyandu memiliki peran penting sebagai salah satu wadah pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin, masyarakat dapat memperoleh berbagai bentuk pemantauan kesehatan dengan memanfaatkan layanan yang tersedia di lingkungan tempat tinggal mereka.
Temukan Banyak Tantangan
Meski kegiatan berlangsung dengan baik, mahasiswa juga menemukan beberapa tantangan dalam proses pelaksanaannya.
Salah satunya terjadi pada saat pemberian obat cacing kepada anak-anak. Beberapa anak mengalami kesulitan untuk mengonsumsi obat, sehingga mahasiswa perlu melakukan pendekatan dan pendampingan.
Tujuannya agar proses pemberian obat dapat berlangsung dengan baik. Kondisi tersebut menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar berkomunikasi dan berinteraksi dengan anak-anak dalam situasi pelayanan kesehatan.
Bagi mahasiswa KKN Kelompok 133 UMM, kegiatan pendampingan Posyandu di empat dusun tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan itu juga memberikan pengalaman mengenai pentingnya kolaborasi dalam mendukung pelayanan kesehatan.
Mahasiswa dapat melihat secara langsung peran kader dalam membantu pelaksanaan Posyandu serta keterlibatan tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Mahasiswa Peroleh Pengalaman Berharga
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung kegiatan masyarakat yang telah berjalan secara rutin.
Kolaborasi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, masyarakat, dan mahasiswa menjadi salah satu faktor yang mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan agar dapat berjalan secara tertib dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pendampingan Posyandu oleh mahasiswa KKN Kelompok 133 UMM menjadi salah satu wujud nyata keterlibatan mahasiswa dalam kehidupan masyarakat Desa Wonokerto.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya menjalankan peran sebagai peserta KKN, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam memahami pentingnya kepedulian, kerjasama, dan partisipasi dalam mendukung pelayanan kesehatan di tingkat desa. (*)









