Bantu Korban Gempa Flores, Muhammadiyah Buka Donasi via Aplikasi MASA

Penulis: 
Muhammadiyah membuka donasi digital melalui aplikasi MASA untuk membantu korban gempa Flores, NTT.

YOGYAKARTA, KYAIMENTERI.ID — Muhammadiyah memperluas akses bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui kanal digital. Upaya tersebut dilakukan dengan memanfaatkan fitur Donasi di aplikasi Muhammadiyah Aisyiyah Super App (MASA) yang didukung infrastruktur teknologi LabMu, sementara dana yang terkumpul dikelola dan disalurkan Lazismu kepada masyarakat terdampak.

Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 menimbulkan dampak besar bagi masyarakat di sejumlah wilayah. Berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 20–22 Agustus 2026, bencana tersebut menyebabkan puluhan korban jiwa, lebih dari 110 ribu warga mengungsi, serta puluhan ribu unit rumah mengalami kerusakan.

Sejumlah kabupaten terdampak antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Nagekeo, dan Sikka. Seiring bertambahnya jumlah pengungsi dan luas wilayah terdampak, kebutuhan bantuan kemanusiaan di lapangan terus meningkat.

Perluasan akses donasi digital ini merupakan bagian dari respons Muhammadiyah yang sebelumnya telah dituangkan dalam Edaran Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 18/EDR/I.0/H/2026 tentang Penghimpunan Infak Salat Jumat untuk Bantuan Kemanusiaan Korban Bencana Gempa Bumi di Flores, NTT.

Melalui edaran tersebut, seluruh jajaran Pimpinan Muhammadiyah, Pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah, dan takmir masjid di bawah Persyarikatan diimbau menggalang serta menyalurkan dana infak Jumat secara terkoordinasi melalui LAZIS dan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) di masing-masing tingkat.

Langkah tersebut dilakukan sejalan dengan semangat One Muhammadiyah One Response (OMOR). Sementara itu, fitur Donasi di aplikasi MASA menjadi jalur tambahan bagi masyarakat yang tidak sempat hadir di masjid untuk tetap dapat memberikan bantuan kapan saja dan dari mana saja.

Masyarakat dapat menyalurkan donasi melalui fitur Donasi di aplikasi MASA dengan memilih program kemanusiaan untuk gempa NTT, menentukan nominal donasi, kemudian menyelesaikan pembayaran menggunakan metode digital yang tersedia.

Dalam mekanisme tersebut, MASA berfungsi sebagai kanal digital yang memfasilitasi proses donasi dan pembayaran. Dana yang dihimpun tidak dikelola oleh LabMu, melainkan dikelola dan dipertanggungjawabkan oleh Lazismu untuk kemudian disalurkan melalui jaringan Muhammadiyah, termasuk Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), kepada korban di wilayah terdampak.

Direktur Utama Lazismu Pusat, Barry Adhitya, mengatakan kanal donasi digital tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab kemanusiaan Lazismu untuk memastikan bantuan dapat menjangkau korban secepat mungkin.

“Setiap donasi yang masuk adalah amanah. Kami memastikan dana yang terkumpul dikelola secara transparan dan disalurkan secara tepat sasaran melalui jaringan kemanusiaan Muhammadiyah kepada mereka yang membutuhkan,” ujar Barry dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).

Sementara itu, Direktur Utama LabMu, Asad Fatchul’ilmi menegaskan bahwa peran LabMu adalah memastikan teknologi dapat mempermudah masyarakat dalam membantu sesama.

“Dalam situasi bencana, teknologi seharusnya membuat orang lebih mudah membantu, bukan menambah hambatan,” kata Asad.

Secara operasional, LabMu juga telah melakukan persiapan dan pemantauan sistem untuk menjaga stabilitas layanan serta kelancaran transaksi donasi selama masa tanggap darurat. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan transaksi sehingga proses donasi masyarakat dapat berlangsung tanpa hambatan teknis.

Bagi masyarakat yang ingin turut membantu korban gempa Flores, donasi dapat disalurkan kapan saja melalui fitur Donasi di aplikasi MASA dengan memilih program kemanusiaan gempa NTT.

Sebagai bentuk akuntabilitas, Lazismu akan menyampaikan pembaruan informasi mengenai penghimpunan dan penyaluran dana secara berkala kepada publik. Hal ini sejalan dengan ketentuan dalam Edaran PP Muhammadiyah yang mengamanatkan setiap tingkat pimpinan melaporkan hasil penggalangan dana kepada tingkat di atasnya.

Dengan mekanisme tersebut, masyarakat yang berdonasi dapat memantau informasi penghimpunan dan penyaluran bantuan serta mengetahui bahwa dana yang mereka salurkan diperuntukkan bagi korban gempa yang membutuhkan. (*)

Bagikan Tulisan Ini