POLMAN, KYAIMENTERI.ID – Tekad yang kuat, terus berusaha dan berdoa untuk dapat berkiprah di panggung nasional yang dilakukan Ismi Ulfaida, akhirnya membuahkan hasil.
Gadis 16 tahun itu terpilih menjadi salah satu calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional untuk upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 mendatang.
Tidak seperti kebanyakan calon Paskibraka lainnya yang biasanya diseleksi dari sekolah menengah umum, ia terpilih mewakili murid Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar).
Ia berhasil menembus tahapan pencalonan Paskibraka dan ini merupakan kali pertama dalam sejarah.
“Alhamdulillah saya lulus sampai di tingkat pusat. Saat ini saya terus mengikuti pelatihan,” ujar Ismi, kepada awak media, Rabu (12/8).
Siswa kelas XI ini mengaku sejak awal tidak memasang target hingga ke tingkat nasional.
Awalnya hanya berharap dapat menjadi perwakilan Sulbar di tingkat provinsi. Apalagi calon Paskibraka umumnya banyak peminat.
Bercita-cita Jadi Paskibraka Sejak SMP
Perjalanan Ismi menuju ke tingkat nasional diakuinya tidak instan. Sejak duduk dibangku SMP, dia bercita-cita ingin menjadi anggota Paskibraka.
Namun itu tidak mudah, apalagi dia dari jejang Sekolah Rakyat, yang kerap masih dianggap sebagai sekolah yang dinomorduakan.
Dia pun terus belajar dan berlatih menyiapkan diri. Ia pun mencaritahu proses seleksi dan mengikuti bimbingan belajar dan latihan peraturan baris berbaris (PBB).
Ia juga terus mengasah minat dan bakat, yang merupakan salah satu aspek penilaian.
Ketika masuk SRT 22 Polewali Mandar, dia diberi kesempatan menjalani seleksi di tingkat sekolahnya bersama seorang dari perwakilan laki-laki.
Ismi akhirnya dinyatakan lulus untuk melanjutkan seleksi tingkat kabupaten.
“Perjuangannya cukup berat, selain belajar juga persiapan fisik,” katanya.
Setelah lolos, Ismi mengikuti tahap lanjutan ke tingkat provinsi dan menjalani verifikasi tingkat pusat hingga dinyatakan diterima sebagai bagian dari calon Paskibraka secara nasional.
“Alhamdulillah, saya lulus sampai di tingkat pusat. Saat ini masih terus mengikuti pelatihan,” katanya.
Terpilih Mewakili Sekolah Rakyat
Ismi mengaku sangat bersyukur dan terharu karena bisa terpilih mewakili Sekolah Rakyat yang pertama.
Sekolah Rakyat sendiri lanjut Ismi menjadi lingkungan pendidikan yang relatif baru. Namun, statusnya sebagai siswi SR tidak menjadi kendala ketika harus berbaur dengan peserta lain dari berbagai daerah selama mengikuti pemusatan latihan di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Depok, Jawa Barat.
“Selama saya di sini, tidak ada kesulitan,” ungkapnya.
Sejak Juli lalu, Ismi bersama sejumlah siswi lainnya yang lolos seleksi Capaska nasional harus mengikuti jadwal yang ditentukan.
Meski mengakui awal-awal kedatangannya harus beradaptasi dengan pola kehidupan yang jauh lebih disiplin, dibandingkan rutinitasnya sehari-hari di sekolah dan di rumah.
Salah satu tantangan yang dirasakannya selama pelatihan yakni menjaga konsentrasi dan fokus selama menjalani rangkaian kegiatan.
Salah satunya mengikuti bimbingan belajar dan memperkuat kemampuan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).
“Kadang tidak fokus karena kepikiran orangtua di rumah (Sulbar),” ujarnya.
Ismi mengatakan setiap hari mereka beraktivitas sejak bangun sebelum pukul 04.00 WIB, kemudian beribadah, dan berolahraga.
Latihan dimulai sekitar 07.00 WIB hingga 17.00 WIB, diselingi istirahat makan siang, beribadah kemudian latihan baris berbaris.
Menjelang malam, Ismi bersama rekan-rekannya kembali ke tempat asrama. Jika ada jadwal belajar malam, mereka mengikuti pembelajaran kemudian beristirahat.
Rutinitas sehari-hari dijalani Ismi selama lebih dari tiga pekan terakhir ini. Meski awal-awal mengaku kedatangannya sempat canggung saat berbaur dengan rekan-rekannya.
Karena ia satu-satunya dari perwakilan Sekolah Rakyat se-Indonesia, yang lolos masuk Paskibraka tingkat pusat tahun ini.
“Saat ini, teman-teman semua sudah seperti saudara,” jelasnya.
Kangen Keluarga di Rumah
Ismi mengaku kadang menjelang tidur, merindukan keluarga di rumah apalagi ini kali pertama pengalamannya sebagai Paskibraka tingkat pusat, yang akan bertugas di Istana Negara.
Orang tuanya yang sehari-hari hanya berprofesi sebagai petani, itu selalu berpesan agar tetap berdoa, disiplin dan tetap menjaga nama baik daerahnya.
“Kangen juga kalau ingat keluarga, tidak menyangka bisa sampai ke sini (Jakarta),” katanya.
Peluang yang Sama Jadi Calon Paskibraka
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi
mengatakan, kesempatan mengikuti seleksi Capaska terbuka bagi seluruh murid sekolah menengah, termasuk peserta didik Sekolah Rakyat (SR).
“Prinsipnya terbuka untuk semua sekolah menengah,” kata Yudian.
Penegasan tersebut menunjukkan bahwa kesempatan berprestasi di bidang kepaskibrakaan tidak dibatasi oleh latar belakang dari mana sekolahnya.
“Setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan,” katanya.
Dijadwalkan Capaska akan mengikuti rangkaian gladi di Jakarta dan rencananya akan dilantik Presiden Prabowo sebagai Paskibraka di Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu, 15 Agustus 2026 mendatang, sebelum bertugas di Istana Merdeka pada Senin, 17 Agustus 2026. (*)









