BANTUL, KYAIMENTERI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pemerataan fasilitas pendidikan inklusif berkualitas.
Sepanjang tahun 2026, pemerintah secara nasional merevitalisasi sebanyak 1.104 Sekolah Luar Biasa (SLB) di seluruh Indonesia.
Program masif ini merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (Quick Win) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam peresmian dan penyerahan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) Tahun 2026 yang dipusatkan di SLB Tunas Bhakti, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/8/2026).
Acara bertema “Wujudkan Sekolah Asri” ini dihadiri langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto (Titiek Soeharto), Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman, S.H., M.H., serta pejabat terkait.
Pendidikan Jadi Program Priorotas Utama
Mendikdasmen Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., mengungkapkan, sektor pendidikan ditempatkan sebagai program prioritas utama melalui kebijakan gerak cepat (quick win) kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Fokus kebijakan ini tidak hanya mencakup perbaikan fisik atau revitalisasi satuan pendidikan, tetapi juga akselerasi digitalisasi kelas.
“Pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai program prioritas beliau dan program hasil cepat (quick win) beliau yang diamanahkan kepada kami,” ungkap Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen memaparkan, target revitalisasi fisik secara nasional pada tahun 2026 mencakup 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.
Akan Ditambahkan Tiga Interactive Flat Panel
Selain itu, penguatan sarana pendukung pembelajaran digital terus diperluas setelah sebelumnya ratusan ribu layar interaktif didistribusikan pada tahun 2025.
“Untuk tahun 2026 ini, kami akan melakukan revitalisasi untuk 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, dan untuk digitalisasi, yang sudah kita bagi pada tahun 2025 sebanyak 826.865 Interaktif Flat Panel, semua sudah kita bagi, dan tahun ini masing-masing sekolah akan ditambahkan tiga interactive flat panel,” jelas Mendikdasmen.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul, Titis Ajeng Ganis Mareti, S.T, turut mengapresiasi program revitalisasi tersebut.
Ia berharap program pemerintah pusat dapat memperluas pemerataan akses pendidikan inklusif di daerah.
“Program revitalisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus,”ujarnya.
Berharap Program Revitalisasi Terus Berlanjut
Pihaknya sebagai perwakilan DPRD Kabupaten Bantul mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Titiek Soeharto atas terselenggaranya program revitalisasi ini.
“Semoga program dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Bantul,” ujar Titis.
Revitalisasi yang diserahkan dalam kegiatan di Bantul meliputi SLB 2 Bantul, SLB Islam Qotrunnada, SLB PGRI Trimulyo, SLB Ma’arif Bantul, SLB Bina Anggita, SLB Tunas Bakti, dan SLB Pamardi Putra.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) kepada perwakilan pekerja proyek, serta peninjauan langsung fasilitas ruang kelas dan pameran hasil karya siswa berkebutuhan khusus.
Melalui sinergi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan, mutu layanan pendidikan inklusif di Indonesia diharapkan terus meningkat dan berdaya saing. (*)









