BOJONEGORO, KYAIMENTERI.ID – Empat murid SMP Negeri 2 Padangan, Kabupaten Bojonegoro, terpilih menjadi peserta Jambore Nasional (Jamnas) yang digelar di Cibubur, Jakarta.
Keikutsertaan mereka menjadi kebanggaan bagi sekolah sekaligus menjadi bukti keberhasilan pembinaan Pramuka di lingkungan sekolah.
Pembina Pramuka SMP Negeri 2 Padangan, Syukur Yakup, mengatakan keempat peserta tersebut terpilih karena memiliki sejumlah kelebihan dan menunjukkan kedisiplinan selama mengikuti pembinaan kepramukaan.
“Alhamdulillah, sudah siap,” ujar Syukur ketika ditemui kyaimenteri.id di sekolah, Selasa (11/8/2026).
Punya Kelebihan dan Kedisiplinan
Ia mengungkapkan, keempat murid yang terpilih mengikuti Jamnas tersebut adalah Nur Aini Ekasari, M Dzaky Alfian, Febrian Hermanto, dan Gilang Cahya Muktamir.
“Empat anak ini terpilih karena memiliki kelebihan dan kedisiplinan. Mereka mampu menunjukkan kemampuan yang baik selama mengikuti kegiatan Pramuka,” jelas Syukur.
Menurut alumni IKIP PGRI Bojonegoro ini, keempat anak binaannya telah mengikuti latihan secara rutin sejak Maret 2026.
Latihan tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi berbagai kegiatan kepramukaan, termasuk Jambore Nasional.
Syukur mengatakan sekolah merasa bangga karena Jamnas merupakan event nasional yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk membawa nama sekolah dan daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
Tambah Rasa Percaya Diri
“Sekolah merasa bangga karena ini event nasional. Anak-anak bisa membawa nama sekolah dan mendapatkan pengalaman yang sangat berharga,” kata dia.
Menurutnya, event nasional ini akan menambah rasa percaya diri dan kebanggaan.
Keempat peserta tersebut berangkat dari Bojonegoro pada 11 Agustus 2026 dan akan mengikuti rangkaian Jambore Nasional di Cibubur hingga 20 Agustus 2026.
Syukur menilai kegiatan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik.
Selain melatih keterampilan, Pramuka juga membiasakan siswa untuk disiplin dan cepat merespons ketika menerima instruksi.
“Pramuka melatih kedisiplinan, gerak cepat ketika menerima perintah, serta pendidikan kepemimpinan. Nilai-nilai tersebut sangat penting untuk membentuk karakter anak,” ujarnya.
Berharap Dampak Positif
Ia mengaku bangga melihat anak-anak binaannya mampu melangkah hingga ke tingkat nasional. Menurutnya, pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
“Saya merasa bangga karena anak-anak binaan kami bisa melangkah sampai tingkat nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan juga menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi mereka,” ungkap guru pengampu mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut.
Ia berharap pengalaman selama mengikuti Jambore Nasional dapat memberikan dampak positif bagi keempat murid tersebut.
Setelah kembali ke sekolah, mereka diharapkan mampu berbagi pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti kegiatan kepada teman-temannya. (*)









