Hadirkan Sekolah Lebih Layak dan Nyaman untuk Anak Indonesia, Menko PMK dan Mendikdasmen Tinjau Revitalisasi

Penulis: 
Menko Pratikno didampingi Mendikdasmen, Abdul Mu’ti memantau langsung pelaksanaan revitalisasi di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor

BOGOR, KYAIMENTERI.ID – Sinergi lintas kementerian dan lembaga terus dilakukan. Langkah ini untuk memastikan program Revitalisasi Satuan Pendidikan berjalan tepat sasaran dan menghadirkan sekolah yang lebih layak dan nyaman untuk anak Indonesia.

Seperti Rabu (10/6) pagi. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memantau langsung pelaksanaan revitalisasi di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor.

Menko Pratikno mengatakan melalui visitasi ini, pihaknya ingin memastikan seluruh proses berjalan baik sekaligus memperkuat koordinasi.

Ia menyampaikan bahwa revitalisasi sekolah tersebut telah rampung dilaksanakan dengan anggaran sekitar Rp2,6 miliar. Pembangunan dilakukan secara swakelola oleh panitia lokal dengan pengawasan dan dukungan dari Kemendikdasmen, Pemerintah Kota, serta berbagai pihak

Pratikno menekankan bahwa keberhasilan revitalisasi satuan pendidikan membutuhkan kerja bersama seluruh pemangku kepentingan.

Program Revitalisasi Satuan Pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas layanan pendidikan melalui penyediaan sarana dan prasarana yang layak, aman, dan inklusif.

Berbagai intervensi dilakukan, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, pembangunan ruang kelas baru, perbaikan sanitasi, penyediaan fasilitas pendukung pembelajaran, hingga penataan lingkungan sekolah yang lebih nyaman bagi peserta didik.

Mendikdasmen, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah bertujuan menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal.

Karena itu, pengawasan dan kolaborasi lintas kementerian menjadi sangat penting agar setiap program yang terlaksana benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan layanan Pendidikan.

Salah satu ruangan di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor yang mendapatkan Revitalisasi dari Program Presiden Prabowo melalui Mendikdasmen
Salah satu ruangan di SDN Cimahpar 5, Kota Bogor yang mendapatkan Revitalisasi dari Program Presiden Prabowo melalui Mendikdasmen

Kegiatan visitasi menjadi sarana untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan, tepat mutu, tepat waktu, dan akuntabel.

Selain meninjau hasil pembangunan secara langsung, pemerintah juga mengidentifikasi berbagai tantangan di lapangan serta kebutuhan tindak lanjut guna mempercepat penyelesaian program.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengatakan bahwa SDN Cimahpar 5 menjadi salah satu sekolah yang menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah melalui program Presiden Prabowo dan disalurkan melalui Kemendikdasmen

“Mudah-mudahan bermanfaat dan adik-adik semua menjadi anak-anak cerdas. Anak-anak yang ke depannya Insya Allah jadi orang-orang sukses,” kata Jenal Mutaqin

Kepala SDN Cimahpar 5, Iim Rohimah, menyampaikan terima kasih kepada Presiden dan Mendikdasmen atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya.

Menurutnya, keberadaan gedung sekolah yang lebih layak akan mendukung proses pembelajaran menjadi lebih optimal dibandingkan sebelumnya.

Iim menambahkan bahwa setelah revitalisasi selesai, sekolah akan berfokus pada peningkatan mutu pendidikan, termasuk peningkatan capaian hasil belajar murid serta penguatan kompetensi guru.

Revitalisasi ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah. Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Lebih dari itu, program ini juga diharapkan berkontribusi terhadap pengurangan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS), Harapan Lama Sekolah (HLS), dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta memperkuat pendidikan inklusif dan meningkatkan kemampuan literasi serta numerasi peserta didik.

Bagikan Tulisan Ini