MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID –Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulawesi Selatan memprioritaskan program revitalisasi sekolah kawasan terpencil melalui penguatan pembelajaran berbasis digital. Program ini menyasar wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) seperti Seko dan Selayar.
“Sekolah-sekolah yang berada di Kabupaten Pangkep, Kepulauan Selayar, Seko, dan Rampi di Luwu Utara, Toraja, Toraja Utara, serta daerah terpencil lainnya menjadi perhatian. Karena memiliki tantangan tersendiri dalam akses pendidikan,” kata Kepala Disdik Sulawesi Selatan (Sulsel), Iqbal Najamuddin, di Makassar, Rabu (5/8).
Menurut dia, dalam pelaksanaan program revitalisasi, pemerintah provinsi tidak membedakan perlakuan, baik sekolah di wilayah perkotaan maupun kawasan 3T. Bahkan, sejumlah sekolah di daerah terpencil telah diusulkan menjadi penerima bantuan perbaikan infrastruktur.
Perlakuannya Tetap Sama
“Perlakuannya tetap sama diberikan dalam program revitalisasi. Bahkan kami memberikan perhatian khusus dengan mengusulkan sekolah-sekolah tersebut menerima bantuan,” ujarnya.
Sekolah-sekolah di wilayah 3T menjadi perhatian utama. Karena mereka menghadapi tantangan akses dan kondisi geografis yang berbeda dengan daerah perkotaan.
Dia menegaskan, pemerataan pendidikan harus dimulai dari memastikan seluruh peserta didik memperoleh fasilitas belajar yang layak.
Ia mengungkapkan, kondisi geografis di Sulawesi Selatan yang memiliki kawasan kepulauan, pegunungan, hingga daerah rawan bencana menjadi pertimbangan penting dalam penyusunan usulan revitalisasi sekolah.
Dalam pelaksanaan revitalisasi, Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan turut memperkuat sistem pengawasan melalui pendampingan kepada kepala sekolah. Pendampingan dilakukan bersama cabang dinas serta melibatkan unsur Kejaksaan dan Kepolisian guna memastikan program berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
“Revitalisasi bukan hanya soal membangun gedung, tetapi memastikan sekolah menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh anak, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil,” ungkapnya.
Proses Pembangunan Lebih Efektif
Menurut Iqbal, mekanisme revitalisasi yang dilaksanakan langsung di masing-masing sekolah juga membuat proses pembangunan lebih efektif karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap satuan pendidikan.
Dengan sistem tersebut, kualitas pekerjaan lebih mudah diawasi, spesifikasi bangunan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan, dan anggaran yang tersedia dapat menjangkau lebih banyak sekolah.
“Pemerataan fasilitas pendidikan terus menjadi perhatian bersama. Keberhasilan revitalisasi sekolah di wilayah 3T akan menjadi langkah penting dalam memutus kesenjangan pendidikan sekaligus membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Selatan untuk berkembang,” katanya.
Dorong Digitalisasi Pembelajaran
Selain perbaikan sarana dan prasarana, Pemprov Sulsel juga mendorong pemerataan akses pendidikan melalui program digitalisasi pembelajaran di wilayah 3 T. Langkah ini ditempuh untuk mengatasi keterbatasan akses pendidikan di daerah yang masih menghadapi kendala infrastruktur.
“Dukungan tersebut mencakup penyediaan infrastruktur digital dan akses internet agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih optimal serta mampu memperluas akses peserta didik terhadap sumber belajar,” ujarnya.
Sejauh ini, pemerintah telah menyalurkan berbagai perangkat pendukung pembelajaran digital, mulai dari penyediaan fasilitas Smart TV, hingga layanan internet berbasis satelit Starlink, sehingga siswa di wilayah terpencil dapat mengakses materi pembelajaran secara lebih optimal.
“Pak Gubernur memiliki program khusus untuk sekolah 3T melalui digitalisasi pembelajaran. Kami telah menyalurkan Smart TV dan layanan Starlink untuk memperkuat jaringan internet di sekolah-sekolah yang berada di wilayah tersebut,” tandasnya.
Disdik Siapkan Langkah Antisipasi
Pihaknya juga telah memetakan sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan bencana. Itu dilakukan untuk menjamin keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik.
Dinas Pendidikan menyiapkan langkah antisipasi, termasuk penerapan pembelajaran daring apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem maupun bencana alam.
Iqbal berharap pemerataan fasilitas pendidikan terus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, keberhasilan revitalisasi sekolah di wilayah 3T akan menjadi langkah penting dalam memutus kesenjangan pendidikan.
Jug membuka kesempatan yang lebih luas bagi generasi muda Sulawesi Selatan untuk berkembang.
“Kami berharap sekolah memiliki kondisi yang baik sehingga anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan tenang. Apalagi sekarang kualitas lingkungan belajar juga menjadi salah satu indikator penilaian pendidikan,” Imbuhnya. (*)









