JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengirimkan talenta-talenta terbaik Indonesia untuk berlaga di panggung internasional. Sebanyak 79 peserta didik mewakili Indonesia pada 14 ajang talenta internasional sepanjang 2026.
Keberangkatan para delegasi merupakan hasil dari proses pembinaan yang panjang melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Ke-79 delegasi akan berkompetisi dalam berbagai bidang, mulai dari sains, matematika, informatika, kecerdasan artifisial, geografi, astronomi, ekonomi, debat, hingga kompetisi vokasi.
Selain membawa kemampuan akademik dan keterampilan terbaik, mereka juga mengemban harapan untuk mengharumkan nama bangsa di tingkat internasional.
Sebelum bertolak ke negara tujuan, para delegasi yang akan berlaga di ajang talenta internasional ini mendapat pembekalan dan penguatan langsung dari jajaran pimpinan Kemendikdasmen.
Adanya pembekalan tersebut peserta diharapkan tampil percaya diri, menjunjung sportivitas, serta mengibarkan Merah Putih melalui prestasi di berbagai ajang internasional.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, dalam arahannya mengatakan, prestasi di tingkat internasional bukan sekadar tentang meraih medali, tetapi menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi yang memberi manfaat bagi bangsa.
Dari mereka ini diharapkan lahir generasi ilmuwan, inovator, dan pemimpin masa depan yang memanfaatkan ilmunya untuk kemajuan Indonesia. ”
“Prestasi hari ini adalah awal dari kontribusi yang lebih besar bagi bangsa,” ujar Mendikdasmen di Jakarta pada acara Pelepasan Delegasi Indonesia ke Ajang Internasional Tahun 2026 Selasa (14/7).
Menteri Mu’ti juga berpesan agar seluruh delegasi bertanding dengan percaya diri dan menjadikan setiap kompetisi sebagai kesempatan menunjukkan bahwa peserta didik Indonesia mampu berdiri sejajar dengan talenta terbaik dunia.
Sepanjang 2026, Indonesia akan berpartisipasi dalam 14 ajang talenta internasional.
Kompetisi tersebut meliputi International Physics Olympiad (IPhO), International Chemistry Olympiad (IChO), International Mathematical Olympiad (IMO), International Biology Olympiad (IBO), International Olympiad in Informatics (IOI), International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI), International Geography Olympiad (IGeo) dan International Earth Science Olympiad (IESO).
Selain itu juga berpartisipasi pada International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), International Economics Olympiad (IEO), World Schools Debating Championships (WSDC), Young Inventors Challenge (YIC), International Junior Science Olympiad (IJSO), serta The Battle of the Chefs.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan, keberhasilan mengirimkan delegasi Indonesia ke berbagai ajang internasional merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang.
Peserta ini juga telah melalui proses seleksi yang ketat dan pembinaan intensif oleh Pusat Prestasi Nasional.
“Mereka tidak hanya dibekali penguasaan materi, tetapi juga simulasi kompetisi, penguatan karakter, serta kesiapan mental untuk menghadapi persaingan di tingkat dunia,” ujarnya.
Suharti menambahkan bahwa tantangan kompetisi internasional terus berkembang sehingga pembinaan talenta juga harus terus beradaptasi.Persaingan internasional semakin ketat, terutama pada bidang-bidang baru seperti kecerdasan artifisial.
Karena itu, Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta agar Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu menjadi negara yang diperhitungkan di berbagai ajang internasional,” katanya.









