PCM Pasar Minggu Resmi Kukuhkan PRM Pejaten Barat, Hidupkan Kembali Dakwah Muhammadiyah

Penulis: 
Ketua PRM Pejaten Barat Hajriyanto Y. Thohari menerima SK Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pejaten Barat di Aula Sutrisno Bachir, Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Minggu (28/6). [foto-ist]

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pasar Minggu, Jakarta Selatan, resmi mengukuhkan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pejaten Barat sebagai bagian dari upaya memperkuat dakwah Muhammadiyah di tingkat akar rumput. Pengukuhan ini sekaligus menjadi momentum revitalisasi organisasi yang tercatat pernah berdiri sejak 1967.

Prosesi pengukuhan ini berlangsung dalam rangkaian Pengajian Ahad Pagi di Aula Sutrisno Bachir, Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA), Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Minggu (28/6).

Acara tersebut dihadiri jajaran PCM Pasar Minggu, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jakarta Selatan, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta, Lurah Pejaten Barat, serta Camat Pasar Minggu.

Dalam sambutannya, Sekretaris PRM Pejaten Barat, Wajid Fauzi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya bersama jajaran pengurus untuk mengemban amanah Persyarikatan Muhammadiyah di tingkat ranting.

“Ini merupakan titik awal dari sebuah ikhtiar untuk menghidupkan kembali denyut dakwah Muhammadiyah di Ranting Muhammadiyah Pejaten Barat,” ujarnya.

Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Suriah itu menjelaskan bahwa pengukuhan PRM Pejaten Barat, atau disingkat Pejabat ini bukan sekadar pembentukan kepengurusan baru, melainkan sebuah langkah revitalisasi. Berdasarkan penelusuran sejarah dari PDM Jakarta Selatan, Ranting Muhammadiyah Pejaten Barat ini pernah berdiri pada tahun 1967 sebelum akhirnya vakum.

Karena itu, ia berharap kepengurusan yang baru mampu menghidupkan kembali aktivitas dakwah, pelayanan umat, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang sejalan dengan semangat Islam Berkemajuan.

“Pengukuhan PRM Pejaten Barat kali ini bisa disebut sebagai revitalisasi karena dari hasil penelusuran PDM diketahui bahwa Ranting Muhammadiyah Pejaten Barat pernah berdiri pada tahun 1967,” katanya.

Wajid juga berharap setiap langkah yang dilakukan pengurus dapat menjadi amal jariyah bersama dan membawa manfaat bagi masyarakat.

“Semoga langkah-langkah kecil yang kami lakukan menjadi amal jariyah kita bersama. Dan semoga setiap program yang kita jalankan menjadi jalan menghadirkan Islam yang berkemajuan dan Islam yang mencerahkan. Semoga Allah SWT membimbing langkah kita untuk terus menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” tutur sang diplomat ini mengakhiri sambutannya.

Kepengurusan PRM Pejaten Barat periode 2026 -2031 (foto-ist)

Kepengurusan Diisi Tokoh Nasional

PRM Pejaten Barat periode 2026 -2031 ini diisi oleh sejumlah tokoh yang memiliki pengalaman di pemerintahan, diplomasi, media, hingga organisasi sosial. Susunan pengurus tersebut meliputi:

• Ketua: Hajriyanto Y. Thohari (mantan Duta Besar RI untuk Lebanon).
• Wakil Ketua: Heri Sucipto (mantan Staf Khusus Kapolri dan mantan Staf Wakil Presiden Jusuf Kalla).
• Wakil Ketua: Andi Nurpati Baharuddin (mantan Komisioner KPU dan petinggi Partai Demokrat).
• Sekretaris: Wajid Fauzi (mantan Duta Besar RI untuk Suriah).
• Bendahara: Nasyith Majidi (mantan Jurnalis senior Republika serta pendiri ECONIT dan Ketua Yayasan Dompet Dhuafa).
• Penasihat: Saleh Husin (mantan Menteri Perindustrian).

Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru tersebut, PRM Pejaten Barat diharapkan mampu menjadi pusat penguatan dakwah, pendidikan, pelayanan sosial, serta pemberdayaan masyarakat di wilayah Pejaten Barat, sekaligus memperkokoh peran Muhammadiyah dalam menghadirkan Islam yang berkemajuan dan mencerahkan bagi umat. (*)

Bagikan Tulisan Ini