KUDUS, KYAIMENTERI.ID — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meresmikan peluncuran International Class Program (ICP) di SD Aisyiyah Multilingual Darussalam, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (13/6). Bekerja sama dengan Cambridge University Press and Assessment, program ini hadir sebagai inovasi untuk memperkuat kompetensi global siswa sejak sekolah dasar.
Dalam arahannya, Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa kelas internasional ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk menghadirkan sekolah berkualitas global yang tetap inklusif dan terjangkau bagi masyarakat.
“Kami berharap dibukanya kelas internasional di sekolah ini dapat menjadi solusi dan inspirasi bagi anak-anak Indonesia untuk mencapai cita-cita mereka, serta menyiapkan diri sejak dini dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan, khususnya kemampuan berbahasa dan kompetensi global lainnya,” ujar Mendikdasmen.
Ia juga mengapresiasi peran aktif sekolah swasta dan masyarakat yang sejalan dengan semangat “Partisipasi Semesta” dalam dunia pendidikan.
Menurutnya, kontribusi seperti ini sangat membantu pemerintah dalam mewujudkan visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.
“Program-program seperti ini, yang diselenggarakan oleh lembaga pendidikan swasta, sangat membantu program pemerintah. Sesuai visi Pendidikan Bermutu untuk Semua, masyarakat dapat berpartisipasi dan berkontribusi melalui penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas,” tambahnya.
Country Head Cambridge University Press and Assessment Indonesia, Sonya Tobing, menyampaikan bahwa peluncuran program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Cambridge dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.
Program ini menurut Sonya, mencerminkan pentingnya kolaborasi dengan sekolah, pendidik, dan masyarakat dalam membantu peserta didik mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta kepercayaan diri yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung, tanpa kehilangan identitas nasional dan nilai-nilai lokal.
“Kami merasa terhormat dapat memperkuat kolaborasi ini dan mendukung visi sekolah dalam menghadirkan pendidikan internasional yang berkualitas. Kami optimistis kemitraan ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik, guru, orang tua, dan masyarakat,” ujarnya.
Kepala SD Aisyiyah Multilingual Darussalam Kudus, Amrina Faatihatun Nisa, menjelaskan bahwa tantangan pendidikan masa depan tidak hanya menuntut kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi lintas budaya, penguasaan bahasa internasional, literasi digital, kreativitas, serta karakter yang kuat.
Menurutnya, International Class Program dirancang untuk membekali peserta didik dengan wawasan global sekaligus memperkuat identitas kebangsaan sejak dini. “Program ini kami hadirkan bukan sekadar agar peserta didik mampu berbahasa asing, tetapi juga agar mereka memiliki wawasan global tanpa kehilangan identitas dan kecintaan terhadap tanah air,” tuturnya.









