BLORA, KYAIMENTERI.ID – Kerusakan atap SMPN 2 Banjarejo membuat Kepala SMP Negeri 2 Banjarejo, Sri Maya Harum Risstiyaningsih, S.Pd benar-benar was-was. Dia khawatir kerusakan pada atap dan genteng sekolah itu mengganggu kegiatan belajar mengajar siswa.
Tak disangka-sangka ternyata kerusakan atap pada SMPN 2 Banjarejo mendapat respon cepat dari Direktorat SMP Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (kemendikdasmen). SMPN 2 Banjarejo menjadi salah satu sekolah yang mendapatkan program revitalisasi.
Kepala SMP Negeri 2 Banjarejo, Sri Maya Harum Risstiyaningsih, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Abdul Mu’ti atas bantuan revitalisasi gedung sekolah kami. Berkat bantuan tersebut, murid-murid kami akan dapat belajar dengan lebih nyaman dan aman dalam mengikuti proses pembelajaran di sekolah,” ujarnya.
Sri Maya bercerita, saat tahu terjadi kerusakan atap, pihak sekolah segera menyusun laporan dan kronologi kejadian secara lengkap.
Laporan itu kemudian disampaikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat SMP agar memperoleh solusi atas permasalahan itu.
Ia tak menyangka respon yang diberikan Direktorat SMP begitu cepat. Laporan yang disampaikan sekolah segera mendapat perhatian dan tindak lanjut hingga akhirnya SMP Negeri 2 Banjarejo memperoleh program revitalisasi sekolah.
Menurutnya langkah tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan baik. Ketika sekolah menghadapi kendala yang berpotensi mengganggu keselamatan dan kenyamanan peserta didik, negara hadir memberikan solusi.
Ia mengatakan bantuan yang diberikan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan fisik. Bantuan tersebut merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap masa depan pendidikan anak-anak Indonesia.
“Bagi kami, bantuan ini bukan hanya sebuah bangunan fisik, tetapi juga bentuk kepedulian pemerintah terhadap masa depan anak-anak Indonesia, khususnya di SMP Negeri 2 Banjarejo. Kami sangat bersyukur karena akan memiliki lingkungan belajar yang lebih layak dan membanggakan,” tambahnya.
Apresiasi datang pula dari peserta didik yang akan merasakan langsung manfaat program revitalisasi tersebut. Mereka berharap dapat belajar dengan lebih tenang tanpa dihantui kekhawatiran terhadap kondisi bangunan sekolah.
Perwakilan siswa kelas VIII, Satria Noval Maulana, mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan pemerintah. Mendapat kabar bahwa sekolahnya akan segera diperbaiki dia merasa senang. Sehingga harapannya bisa belajar dengan lebih nyaman dan aman tanpa perasaan was-was karena kondisi atap ruang kelas yang sudah usang.
“Kami juga akan lebih semangat dalam belajar. Terima kasih kepada Bapak Menteri Abdul Mu’ti atas bantuan perbaikan gedung sekolah kami,” katanya.
Ungkapan serupa disampaikan oleh Syifa Jingga Ariana, siswi kelas VII SMP Negeri 2 Banjarejo. Menurutnya, revitalisasi sekolah akan menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan mendorong semangat belajar para siswa.
Kegembiraan kepala sekolah dan para peserta didik menunjukkan bahwa pembangunan sarana pendidikan memiliki dampak yang sangat nyata. Ruang belajar yang aman dan nyaman tidak hanya mendukung proses pembelajaran, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat belajar peserta didik.
Lebih dari itu, respon cepat Direktorat SMP dalam menindaklanjuti laporan SMP Negeri 2 Banjarejo menunjukkan pentingnya komunikasi yang efektif antara sekolah dan pemerintah. Ketika persoalan di lapangan direspons secara cepat dan tepat, solusi yang dibutuhkan pun dapat segera diwujudkan.
Kontributor: Gunawan Trihantoro (Blora)









