Pemerintah Siapkan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi, 15 Mulai Beroperasi pada 2026

Penulis: 
Mendikdasmen, Abdul Mu'ti bersama Mensesneg Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di stana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026. (Foto: Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA, KYAIMENTERI.ID – Pemerintah menyiapkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026 sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan unggul di berbagai daerah.

Program tersebut menjadi salah satu prioritas pendidikan yang dilaporkan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Abdul Mu’ti mengatakan Sekolah Nasional Terintegrasi dirancang sebagai sekolah unggul yang tidak menggunakan sistem asrama.

Program ini diharapkan dapat menghadirkan layanan pendidikan berkualitas tanpa mengharuskan peserta didik tinggal di lingkungan sekolah.

“Kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden mengenai penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi. Program ini merupakan sekolah unggulan nonasrama,” kata Menteri Mu’ti usai  bertemu dengan Presiden Prabowo sebagaimana dikutip Kyaimenteri.id dari chanel YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (11/6).

Menurutnya, pemerintah menargetkan pembangunan 100 Sekolah Nasional Terintegrasi secara bertahap mulai 2026.

Saat ini Kemendikdasmen telah menerima berbagai usulan lokasi dari daerah yang kemudian dilanjutkan melalui proses seleksi. Dari sejumlah usulan yang masuk, sebanyak 36 lokasi telah melalui tahap seleksi awal sebagai calon lokasi pengembangan program tersebut.

Abdul Mu’ti menjelaskan, pada tahap awal pemerintah akan memulai operasional lima Sekolah Nasional Terintegrasi di balai-balai milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Selain itu, satu sekolah akan dibuka di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sementara itu, sembilan sekolah lainnya akan dibangun secara bertahap di daerah-daerah yang telah ditetapkan berdasarkan hasil seleksi dan kajian kesiapan wilayah.

Program Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan salah satu program prioritas pendidikan yang dibahas Presiden Prabowo Subianto bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Menurut Mendikdasmen, Presiden Prabowo memberikan arahan agar berbagai program prioritas pendidikan terus diperkuat guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan nasional.

Selain membahas Sekolah Nasional Terintegrasi, Mendikdasmen turut melaporkan progres pelaksanaan program revitalisasi sekolah kepada presiden.

Untuk program revitalisasi sekolah tahun 2025 telah terlaksana 100 persen dan menjangkau 16.167 satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Adapun pada tahun 2026 ini pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan, mulai dari TK hingga SMA/SMK.

Menteri Mu’ti menambahkan, meski berdasarkan ketentuan perundang-undangan, pembangunan sekolah menjadi tanggung jawab pemerintah daerah namun pemerintah pusat tetap memberikan dukungan melalui program revitalisasi sekolah negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

“Karena komitmen Bapak Presiden untuk peningkatan mutu pendidikan, kami merevitalisasi sekolah-sekolah itu baik sekolah negeri maupun swasta dan diselenggarakan di seluruh Indonesia,” katanya.

Bagikan Tulisan Ini