KOTA KUPANG, KYAIMENTERI.ID – Dengan penuh penghayatan, Verona Keren Balol (18 tahun) membacakan surat ungkapan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti.
“Sekali lagi, terima kasih untuk Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Abdul Mu’ti atas hasil program revitalisasi sekolah,” ungkap Verona, Murid SMAN 3 Kalabahi di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (5/5/2026).
Ungkapan hati Verona ini membuat suasana menjadi haru di tengah momen peresmian hasil revitalisasi satuan pendidikan (sekolah) untuk tahun 2025 se-NTT.
“Surat ini saya buat secara spontan, dari lubuk hati terdalam saya, setelah melihat dampak revitalisasi yang sangat mengubah kondisi sekolah saya. Sekolah kami berada di pelosok negeri, sebelum ada bantuan ini, kami hanya belajar beralaskan tanah dan rotan.,” tutur Verona.
Di podium panggung peresmian revitalisasi, Verona mengucapkan rasa syukur karena rintihan dan keluhan bersama warga akhirnya didengar.
Kini, ada harapan baru bagi sekolahnya yang sudah mendapatkan bantuan dana revitalisasi, sehingga kelas yang tidak layak berubah menjadi ruang belajar yang aman, nyaman dan menyenangkan.
“Mimpi kami akhirnya terwujud, ruangan baru, meja baru, kursi baru, semuanya baru. Dan tentunya semangat yang baru. Semangat untuk menggapai mimpi, meraih cita, hari depan yang penuh harapan,” ujar Verona penuh haru.
Sementara itu, Leti Waang, Kepala SMAN 3 Kalabahi menuturkan sangat bersyukur apa yang dilakukan muridnya menjadi inspirasi untuk banyak orang.
Pada awalnya, ia hanya sekadar membuat video ucapan terima kasih biasa, setelah itu ia dihubungi oleh tim Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Provinsi NTT untuk meminta izin agar videonya diunggah di media sosial BPMP NTT.
“Kurang dari satu jam, video tersebut terunggah ulang di hampir seluruh media sosial Instagram BPMP. Sampai akhirnya hal tersebut sampai di Presiden Prabowo Subianto dan mendapatkan atensi dari banyak khalayak dan Kantor Staf Kepresidenan RI,” papar Leti.
Terkait bantuan revitalisasi 2025, sekolahnya mendapatkan dana bantuan lebih dari Rp1 miliar untuk pembangunan dua ruang kelas baru, satu laboratorium komputer lengkap dengan perabot, serta fasilitas sanitasi.
Menurutnya, revitalisasi yang dilakukan Kemendikdasmen tidak hanya membawa perubahan pada infrastruktur pendidikan, tetapi juga sistem pengelolaan yang lebih transparan, partisipatif, dan berkeadilan.
Leti menjelaskan, semua proses perencanaan, pengajuan, hingga pelaporan dilakukannya secara daring, sehingga ia sangat senang ada proses berkeadilan dalam pengelolaan revitalisasi ini.
Dengan skema swakelola, Leti menuturkan, revitalisasi sekolahnya dipengaruhi peran besar gereja beserta para jemaatnya.
“Masyarakat sekitar sekolah kami sangat terbantu dengan revitalisasi, gereja beserta jemaat merasa memiliki sekolah kami. Dengan adanya revitalisasi ini, kami berharap dapat kembali menampung banyak murid dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik,” tuturnya.
Terkait kisah di atas, Menteri Abdul Mu’ti mengapresiasi cara Verona menggunakan wadah seni untuk mengekspresikan rasa terima kasihnya.
“Tanpa seni hati itu menjadi mati, tanpa seni dunia ini menjadi hambar. Ada seseorang yang berkata bahwa dengan ilmu semuanya menjadi mudah dan dengan seni semuanya menjadi indah,” ujar Menteri Mu’ti di Kota Kupang.









