60 Kader Pemuda Muhammadiyah Sukorejo Digembleng di Pantai Sendang Asih

Penulis: K Hayat | Editor: Eko Budi Utomo
60 kader Pemuda Muhammadiyah Sukorejo mengikuti Upgrading PCPM dan KOKAM di kawasan Pantai Sendang Asih, Kabupaten Kendal, untuk meningkatkan kapasitas kader

KENDAL, KYAIMENTERI.ID — Sekitar 60 kader Pemuda Muhammadiyah Sukorejo mengikuti Upgrading PCPM dan KOKAM di kawasan Pantai Sendang Asih, Kabupaten Kendal, Sabtu-Minggu (3-4/10/2026).

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, H. Moechammad Noer Agoes Hidayat, S.T., mengatakan kader Pemuda Muhammadiyah harus memiliki nilai tambah dan terus mengembangkan diri.

Menurutnya, kader tidak cukup hanya aktif dalam organisasi, tetapi juga perlu memiliki wawasan dan kemampuan yang dapat memberikan manfaat lebih luas.

“Pemuda Muhammadiyah harus beda dari yang lainnya. Muhammadiyah memiliki sistem yang terorganisir dengan baik dalam mengelola unit usaha, sehingga Pemuda Muhammadiyah harus membuka mindset untuk terus maju dan berkembang,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kader agar memiliki fondasi yang kuat dalam menjalankan organisasi maupun kehidupan sehari-hari. Tiga hal yang dinilai penting adalah tauhid, ilmu, dan adab.

“Pemuda Muhammadiyah harus ada pegangan, yaitu tauhid yang kokoh, ilmu yang luas, serta adab yang mulia,” katanya.

Kegiatan bertema “Penguatan Jati Diri Pemuda dan Jiwa Korsa” tersebut diikuti perwakilan Pimpinan Ranting Pemuda Muhammadiyah (PRPM) se-Kecamatan Sukorejo. Selain meningkatkan kapasitas kader, kegiatan menjadi ruang silaturahmi antarpengurus dan anggota.

Ketua PCPM Sukorejo Slamet Ariyadi mengatakan kegiatan dikemas secara santai dengan menyesuaikan perkembangan zaman, namun tetap mempertahankan substansi kaderisasi.

“Poin utamanya adalah menumbuhkan rasa memiliki terhadap Pemuda Muhammadiyah dan KOKAM. Dari rasa memiliki itu, diharapkan lahir semangat untuk terus bergerak dan berkontribusi dalam jalan dakwah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PCM Sukorejo Zulfathon mengingatkan kader agar tetap menjadikan shalat sebagai prioritas dalam setiap aktivitas.

Ia juga mendorong kader menguasai setidaknya satu keterampilan secara serius karena kemampuan tersebut dapat menjadi bekal kemandirian ekonomi.

“Di manapun dan dalam kegiatan apapun, sholat menjadi hal utama yang harus dilakukan. Selain itu, kuasai keterampilan apa pun hingga benar-benar ahli, meskipun hanya satu keterampilan. Bisa jadi, keterampilan tersebut menjadi jalan rezeki kita,” katanya.

Bagikan Tulisan Ini