PALEMBANG, KYAIMENTERI.ID — Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) UIN Raden Fatah Palembang menggelar workshop kewirausahaan lintas kampus di Ruang Rapat B Gedung FUSHPI, Rabu (12/8/2026).
Sebanyak 75 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Peserta berasal dari FUSHPI UIN Raden Fatah Palembang, Universitas Bina Darma, Universitas Katolik Musi Charitas, dan STIQ Al-Latifiyah Palembang.
Melalui kegiatan ini, FUSHPI ingin memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia usaha, terutama cara memulai bisnis dari peluang yang ada di sekitar mereka.
Ketua penyelenggara kegiatan, Umi Nur Kholifah mengatakan, tujuan workshop adalah membekali mahasiswa dengan soft skill kewirausahaan.
Umi, yang juga kepala laboratorium fakultas, berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya entrepreneur muda dari lingkungan kampus.
“Kami berharap mahasiswa memiliki soft skill yang kuat dan mampu mencetak diri sebagai entrepreneur muda,” ujar Umi.
Pentingnya Konsistensi
Wakil Dekan 3 FUSHPI UIN Raden Fatah Palembang, Almunadi, M.A., membuka kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya konsistensi, ketekunan, dan usaha maksimal dalam membangun usaha.
Menurut Almunadi, keberhasilan bisnis tidak selalu bermula dari usaha besar. Bahkan, usaha kecil pun dapat berkembang jika pelakunya memiliki komitmen kuat dan mau terus belajar.
“Dalam usaha, kuncinya adalah konsistensi, ketekunan, dan ikhtiar yang maksimal. Walaupun dimulai dari bidang yang kecil, kalau ditekuni dengan sungguh-sungguh, insyaallah bisa berkembang,” ujar Almunadi.
Ia juga berharap mahasiswa tidak hanya memahami kewirausahaan sebagai teori. Sebaliknya, mahasiswa perlu mulai melihat peluang usaha secara nyata, baik dari lingkungan kampus, pertemanan, maupun kebutuhan masyarakat.
Modal Tidak Selalu Uang
Workshop ini menghadirkan pengusaha sekaligus akademisi, Dr. Jamhari, S.Fil.I., sebagai narasumber.
Dalam presentasinya, Jamhari mengajak mahasiswa memulai usaha dengan niat yang mantap dan keberanian untuk bergerak.
Menurutnya, modal usaha tidak selalu berbentuk uang. Kepercayaan, jaringan, dan kemampuan memasarkan produk juga dapat menjadi modal penting dalam bisnis.
Ia mencontohkan seseorang yang membantu memasarkan produk milik orang lain. Dalam hal ini, pelaku usaha membutuhkan kepercayaan dari pemilik produk.
Dari kepercayaan itu, seseorang dapat membangun pengalaman, relasi, dan peluang usaha baru.
“Modal itu tidak harus selalu uang. Kepercayaan juga modal. Jaringan juga modal. Bahkan teman-teman kita bisa menjadi pasar pertama bagi usaha yang kita mulai,” kata Jamhari.
Bangun Etos Wirausaha
Selain membahas modal, Jamhari juga memaparkan pentingnya etos kewirausahaan. Ia menyebut wirausahawan perlu konsisten, tekun, pantang menyerah, dan tidak takut diremehkan.
Menurutnya, pelaku usaha juga harus mampu bekerja keras sekaligus bekerja cerdas. Kemampuan membaca peluang, membangun komunikasi yang baik, dan menjaga hubungan dengan pelanggan menjadi bagian penting dari keberhasilan usaha.
Jamhari menambahkan, dunia usaha terus berubah. Karena itu, mahasiswa yang ingin menjadi wirausahawan harus terus belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Jangan takut diremehkan. Dalam usaha, yang penting terus bergerak, membaca peluang, membangun komunikasi, dan tidak berhenti belajar,” ujarnya.
Dorong Mahasiswa Berani Memulai
Workshop kewirausahaan ini memberi ruang bagi mahasiswa lintas kampus untuk belajar langsung dari pengalaman pelaku usaha.
Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa agar lebih percaya diri memulai bisnis sejak dini.
Melalui kegiatan ini, FUSHPI UIN Raden Fatah Palembang berharap mahasiswa tidak hanya siap menjadi pencari kerja.
Lebih dari itu, mereka juga dapat menjadi pencipta peluang usaha dan membuka manfaat bagi masyarakat. (*)









