BOJONEGORO, KYAIMENTERI.ID – Tak sekadar mengejar prestasi akademik, SMP Islam Qur’an (IQ) Bojonegoro menyiapkan pola pendidikan yang memadukan penguatan Al-Qur’an, pembentukan karakter, pendidikan pesantren, hingga penguasaan bahasa asing.
Lembaga pendidikan yang baru berdiri pada 2026 ini berada di Desa Batokan, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, dipimpin oleh Maulana Nur Fayza Yasna atau akrab disapa Gus Faiz.
Sekolah tersebut membawa visi besar untuk melahirkan generasi yang memiliki fondasi keimanan sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan.
“Setiap pagi anak-anak ada pembiasaan membaca Asmaul Husna, kemudian menjalankan sholat Duha,” ujar Gus Faiz saat berbincang santai dengan kyaimenteri.id, Jumat (04/09/2026).
Pendidikan Karakter Lewat Rutinitas
Pembiasaan tersebut menjadi bagian dari keseharian murid. Pendidikan karakter tidak hanya diberikan melalui teori di dalam kelas, tetapi dibangun melalui rutinitas yang dilakukan secara konsisten.
Tak berhenti di sekolah, seluruh murid SMP Islam Qur’an Bojonegoro juga diwajibkan mukim di Pondok Pesantren Al Ummu.
Sistem ini membuat proses pendidikan berlangsung sepanjang hari dalam lingkungan yang terintegrasi antara sekolah dan pesantren.
Melalui pola tersebut, murid tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik, tetapi juga dibiasakan hidup disiplin, mandiri, serta menjalankan aktivitas keagamaan dalam keseharian.
Bahasa Arab dan Inggris Jadi Bekal Masa Depan
Salah satu hal yang menjadi perhatian SMP Islam Qur’an Bojonegoro adalah kemampuan bahasa asing. Setiap hari, murid mendapatkan pembelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.
Gus Faiz mengatakan, penguasaan kedua bahasa tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi masa depan yang semakin terbuka dan kompetitif.
“Pembelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Arab itu penting untuk menghadapi masa depan,” kata pria 24 tahun ini.
Bahasa Arab sekaligus menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman terhadap literatur dan khazanah keislaman.
Sementara Bahasa Inggris dipandang sebagai salah satu kemampuan yang dapat membantu peserta didik mengakses pengetahuan dan berkomunikasi dalam lingkungan yang lebih luas.
Sebagai lembaga pendidikan yang baru berdiri, SMP Islam Qur’an Bojonegoro menyadari bahwa kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan kualitas pendidikan.
Utamakan Kualitas Proses Pendidikan
Gus Faiz menegaskan, pihaknya tidak ingin sekadar mengembangkan jumlah peserta didik, tetapi lebih mengutamakan kualitas proses pendidikan sehingga mampu menghasilkan lulusan sesuai visi sekolah.
“Kami menjaga kualitas lulusan SMP Islam Qur’an Bojonegoro,” tegas pria asal Kecamatan Padangan tersebut.
Saat ini, peserta didik SMP Islam Qur’an Bojonegoro berasal dari Kecamatan Cepu, Kasiman, dan Padangan.
Kehadiran murid dari sejumlah wilayah tersebut menjadi bagian dari perjalanan awal sekolah dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Perpaduan Sekolah dan Pesantren
SMP Islam Qur’an Bojonegoro memiliki visi: “Terwujudnya lembaga pendidikan Islam berbasis Al-Qur’an yang menghasilkan peserta didik beriman, bertakwa, berilmu, berkarakter, dan mampu berkontribusi positif bagi masyarakat.”
Visi tersebut diterjemahkan melalui perpaduan pendidikan sekolah dan pesantren. Pembelajaran akademik berjalan beriringan dengan pembiasaan keagamaan, kehidupan mukim, serta penguatan kemampuan bahasa. (*)









