Tenaga Pendidik SD Negeri 15 Barru Diperkenalkan AI Dukung Pembelajaran

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Tenaga pendidik SD Negeri 15 Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menggelar workshop kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), bekerjasama mahasiswa KKN Pendidikan FKIP Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar. (Foto: Dok. Unismuh)

BARRU, KYAIMENTERI.ID – Guru dan tenaga pendidik di SD Negeri 15 Barru, Lempae, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menggelar workshop pengenalan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) bertajuk ‘Teaching Smarter with Artificial Intelligence’.

Kepala SD Negeri 15 Barru, Hj. Hasnawati, mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi guru, khususnya dalam mendukung persiapan pembelajaran.

“Sangat membantu guru dalam proses pembelajaran menyusun modul, RPP, dan model pembelajaran lainnya,” kata Hasnawati, di ruang kelas SD Negeri 15 Barru, pada Selasa (22/9/2026).

Pelatihan ini bekerjasama dengan mahasiswa KKN Pendidikan FKIP Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Hasnawati menjelaskan, kegiatan ini diarahkan untuk membantu guru memanfaatkan teknologi AI dalam mendukung pekerjaan administratif dan proses pembelajaran.

Dikatakan, para peserta diperkenalkan pada sejumlah pemanfaatan AI, mulai dari penyusunan modul ajar, rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), bahan ajar, hingga pengembangan model pembelajaran.

Pemanfaatan teknologi tersebut, lanjut Hasnawati dinilai relevan dengan kebutuhan guru yang menghadapi beragam tugas administratif di luar kegiatan mengajar.

“Dengan bantuan AI, guru dapat memperoleh alternatif dalam menyusun perangkat pembelajaran secara lebih efisien, sekaligus tetap menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta didik,” katanya.

Sementara itu, pemateri workshop, Nasharuddin, menekankan pentingnya menempatkan AI sebagai alat bantu dalam menjalankan aktivitas, termasuk dalam bidang pendidikan.

“AI bukanlah pengganti, tetapi asisten untuk kita bisa menjalani kehidupan,” katanya.

Nasharuddin menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dalam pendidikan tetap membutuhkan peran guru sebagai pihak yang memahami karakteristik peserta didik dan konteks pembelajaran. Karena itu, teknologi perlu digunakan secara bijak dan tidak menggantikan fungsi utama guru dalam mendidik.

“Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat membantu guru mengurangi beban pekerjaan administratif sekaligus memberikan lebih banyak ruang untuk mempersiapkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa,” katanya.

Dalam workshop tersebut, peserta memperoleh empat materi utama, yakni AI Essentials, Prompting Mastery, AI-Powered Lesson Planning dan From AI to Classroom. Materi disusun untuk memberikan pemahaman mulai dari pengenalan AI hingga penerapannya dalam kegiatan pembelajaran di kelas.

Pada materi AI Essentials, peserta diperkenalkan pada konsep dasar dan fungsi AI. Kemudian Prompting Mastery membekali peserta dengan teknik menyusun perintah atau prompt yang efektif agar AI dapat memberikan keluaran yang lebih sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan materi AI-Powered Lesson Planning mengarahkan peserta memanfaatkan AI dalam menyusun perencanaan pembelajaran. Adapun materi From AI to Classroom membahas penerapan hasil pemanfaatan AI dalam praktik pembelajaran di ruang kelas.

Para peserta yang mengikuti workshop diharapkan dapat membagikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh kepada guru lainnya. Dengan pola tersebut, pemanfaatan AI diharapkan dapat menjangkau lebih banyak tenaga pendidik.

Bagikan Tulisan Ini