Teknik Alat Berat Makin Diminati, SMK Muhammadiyah 2 Cepu Siapkan Lulusan Siap Industri

Penulis: Djati Sucipto | Editor: Eko Budi Utomo
Siswa SMK Muhammadiyah 2 Cepu mengikuti praktik pengoperasian alat berat sebagai bagian dari pembelajaran Teknik Alat Berat.

BLORA, KYAIMENTERI.ID – Dunia industri alat berat menjadi magnet bagi pelajar di Kabupaten Blora. Salah satunya terlihat dari meningkatnya peminat Jurusan Teknik Alat Berat (TAB) SMK Muhammadiyah 2 Cepu.

Meski baru memasuki tahun ketiga, jurusan tersebut kini telah memiliki tujuh kelas. Khusus angkatan ketiga, jumlah pendaftarnya bahkan mencapai tiga kelas.

Kepala Jurusan TAB SMK Muhammadiyah 2 Cepu Kasiran mengatakan, peningkatan peminat menunjukkan jurusan yang dibuka untuk menjawab kebutuhan industri tersebut semakin diminati.

“TAB ini baru menginjak tahun ketiga, tetapi peminatnya meningkat cukup signifikan. Untuk angkatan ketiga ini pendaftarnya mencapai tiga kelas,” ujar Kasiran, kepada kyaimenteri.id, Sabtu (5/9/2026).

Menurut alumnus STTR Cepu itu, pembukaan Jurusan TAB tidak lepas dari perkembangan dunia industri, terutama kebutuhan tenaga terampil di sektor pertambangan.

“Anak-anak memilih TAB karena banyak yang ingin bekerja di pertambangan,” katanya.

Di jurusan tersebut, siswa tak hanya dijejali teori. Mereka dikenalkan dengan berbagai alat berat yang lazim digunakan di industri, seperti wheel loader, crane, excavator, dump truck, dan motor grader.

Siswa juga belajar mengoperasikan alat, memahami fungsi setiap komponen, hingga menerapkan prosedur keselamatan kerja.

Bekal tata tertib dan budaya kerja di lingkungan pertambangan turut diberikan.

“Anak-anak diajari cara mengoperasikan alat berat, belajar komponen, serta safety,” terang Kasiran.

Pola pembelajaran disusun bertahap. Kelas X lebih banyak berisi teori dan pengenalan alat berat.

Memasuki kelas XI, teori mulai dipadukan dengan praktik. Sementara kelas XII difokuskan pada praktik untuk mematangkan kompetensi.

Khusus siswa kelas XII, sekitar 90 persen kegiatan praktik dilakukan di perusahaan yang berada di Semarang, Surabaya, dan Demak.

Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan kesiapan kerja siswa.

Mereka tidak hanya belajar teknis, tetapi juga berhadapan langsung dengan disiplin, tata tertib, budaya kerja, serta standar keselamatan di dunia industri.

Sekolah menargetkan lulusan TAB mampu langsung beradaptasi ketika memasuki dunia kerja. Kompetensi yang dibangun tak sekadar mengenali alat, tetapi juga memahami pengoperasian dan fungsi komponennya.

“Target kami setelah lulus mereka siap kerja, sudah memiliki kemampuan mengoperasikan alat berat, serta tahu fungsi komponen,” tegas Kasiran.

Tak berhenti pada kemampuan teknis, siswa juga mendapat bekal public speaking menjelang kelulusan.

Kemampuan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan diri, terutama saat menghadapi proses rekrutmen dan wawancara kerja.

“Anak-anak sebelum lulus dibekali public speaking untuk menambah rasa percaya diri serta kemampuan ketika melakukan wawancara,” kata dia.

Bagikan Tulisan Ini