Namun melalui pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, siswa mulai terbiasa menjalankan aturan tersebut.
Salah seorang siswi kelas XII F3, Evita Julia Pratama mengatakan, sambutan guru dan pengurus OSIS setiap pagi membuat siswa lebih bersemangat sebelum mengikuti pembelajaran.
“Pada pagi hari kita jadi lebih semangat dan bahagia karena ada teman-teman OSIS yang menyambut dengan mengucapkan selamat pagi, semangat, serta memberikan kesan dan pesan positif,” ujar Evita.
Menurutnya, interaksi langsung setiap pagi membuat siswa lebih terbiasa menyapa guru, menjaga sopan santun, dan membangun komunikasi yang baik dengan warga sekolah.
Kebiasaan menuntun sepeda motor mulai dikenalkan kepada siswa sejak hari pertama masuk sekolah melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Pada awalnya, siswa perlu menyesuaikan diri karena harus mendorong sepeda motor hingga area parkir.
Namun setelah terbiasa, kegiatan tersebut tidak lagi dianggap sebagai beban. Aturan itu juga dinilai membantu menciptakan ketertiban di jalur menuju tempat parkir karena siswa tidak saling mendahului.
Pembiasaan tersebut sejalan dengan upaya penguatan karakter dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.
Kebijakan tersebut menjadi acuan dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan karakter peserta didik.
Pihak sekolah berharap pembiasaan tersebut dapat membentuk siswa yang beradab, disiplin, dan mampu menghormati orang lain.
Nilai kesopanan dan kedisiplinan yang ditanamkan setiap pagi diharapkan tidak hanya diterapkan di lingkungan pendidikan, tetapi juga menjadi bagian dari perilaku siswa dalam kehidupan bermasyarakat. (*)









