Tak Sekadar Hafalan, SD Labschool UPI Serang Dorong Siswa Berani Berpikir dan Berkarya

Penulis: Ahmad Herdi | Editor: Syaifudin
Para guru dan murid SD labschool upi serang foto bersama usai pengenalan sekolah (foto: istimewa)

SERANG, KYAIMENTERI.ID – Tantangan pembelajaran di sekolah dasar saat ini bukan hanya bagaimana membuat siswa mampu menguasai materi pelajaran, tetapi juga mendorong mereka agar mampu memahami, berdiskusi, memecahkan persoalan, dan menghasilkan karya.

Pola belajar yang terlalu berorientasi pada hafalan dinilai belum cukup untuk membangun kemampuan berpikir anak secara utuh.

Persoalan tersebut menjadi perhatian SD Laboratorium Percontohan UPI Serang atau Labschool UPI Serang.

Adopsi Berbagai Hasil Riset

Sekolah yang berada di bawah naungan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengikuti kurikulum nasional, tetapi juga mengadopsi berbagai hasil riset dan inovasi pendidikan yang dikembangkan lingkungan akademik UPI.

Kepala SD Labschool UPI Serang Ulfi Nur Farchi mengatakan, posisi sekolah sebagai teaching school memberikan ruang bagi guru untuk terus mengembangkan metode pembelajaran sesuai kebutuhan peserta didik.

Menurutnya, proses belajar harus membuat anak aktif menemukan dan membangun pemahamannya sendiri. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah model RADEC, yakni Read, Answer, Discuss, Explain, dan Create.

Dalam praktiknya, siswa tidak langsung menerima penjelasan guru. Mereka terlebih dahulu membaca dan memahami materi, kemudian menjawab pertanyaan, bertukar gagasan dengan teman, menyampaikan kembali hasil pemahamannya, hingga menuangkannya dalam bentuk karya.

“Anak-anak kami dorong untuk tidak hanya menerima informasi dari guru. Mereka membaca, berpikir, berdiskusi, menjelaskan, kemudian membuat sesuatu dari apa yang sudah dipelajari,” kata Ulfi.

Kemampuan Berpikir Tingkat Tinggi

Pendekatan tersebut dinilai dapat membantu siswa membangun kemampuan berpikir tingkat tinggi sekaligus meningkatkan kemampuan literasi. Karya yang dihasilkan pun tidak harus selalu berupa tugas tertulis, tetapi dapat disesuaikan dengan kreativitas dan pemahaman masing-masing siswa.

Selain RADEC, konsep pembelajaran mendalam atau deep learning juga menjadi bagian dari proses belajar di Labschool UPI Serang. Konsep tersebut menitikberatkan pada pemahaman yang lebih bermakna, bukan sekadar kemampuan mengingat materi.

Ulfi menjelaskan, pembelajaran akan lebih mudah dipahami ketika siswa diberikan kesempatan untuk mengalami langsung apa yang sedang dipelajari. Karena itu, materi yang ada di buku pelajaran sebisa mungkin dihubungkan dengan aktivitas nyata di lingkungan siswa.

“Kalau anak hanya membaca tentang suatu konsep, pemahamannya bisa berbeda. Tetapi ketika mereka melihat dan mempraktikkannya sendiri, pengalaman itu membuat materi lebih melekat,” jelasnya.

Kurikulum Nasional Jadi Dasar

Menurut Ulfi, berbagai inovasi tersebut tidak berarti sekolah meninggalkan kurikulum nasional. Justru kurikulum nasional menjadi dasar yang kemudian diperkaya dengan teori, penelitian, dan perkembangan keilmuan dari UPI.

Pola tersebut menjadi ciri khas Labschool UPI Serang sebagai sekolah laboratorium pendidikan. Sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar, tetapi juga menjadi ruang untuk menguji dan mengembangkan praktik pendidikan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan peserta didik.

Dengan pendekatan tersebut, sekolah berharap siswa tidak hanya tumbuh menjadi anak yang memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga memiliki keberanian untuk menyampaikan pendapat, bekerja sama, memecahkan masalah, serta menghasilkan karya dari proses belajarnya. (*)

 

 

Bagikan Tulisan Ini