Sulsel Usulkan 400 SMA dan SMK Masuk Program Revitalisasi Sekolah, 200 Sudah Diverifikasi Kementerian

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Budi Supriyantoro
SMAN 5 Makassar, salah satu penerima bantuan program revitalisasi tahun 2026 di Sulawesi Selatan. (foto/tony)

MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengusulkan 400 SMA dan SMK untuk memperoleh bantuan program revitalisasi sekolah guna mempercepat perbaikan sarana pendidikan yang masih mengalami kerusakan di berbagai daerah. Saat ini, seluruh usulan tersebut masih menjalani proses verifikasi sebelum pemerintah menetapkan daftar sekolah yang berhak menerima bantuan.

“Saat ini masih dalam proses verifikasi sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Iqbal Nadjamuddin di Makassar, Senin (3/8/2026).

Andi Iqbal menyebut bahwa adanya usulan dari pihak Pemerintah Provinsi Sulsel melalui dinas Pendidikan tersebut, merupakan bagian dari upaya mempercepat perbaikan sarana pendidikan, yang masih mengalami kerusakan di berbagai daerah.

Dia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 400 sekolah –yang beberapa bulan lalu– diusulkan untuk mendapatkan bantuan dan sudah ada sekitar 200 sekolah, yang sedang di-asistensi Kementerian di pusat. Bahkan sudah ada yang diundang untuk memberikan penjelasan terkait status dan syarat yang diperlukan.

Proses asistensi di Kementerian, lanjut Andi Iqbal bertujuan memastikan setiap sekolah yang diusulkan benar-benar memenuhi persyaratan administrasi maupun kondisi fisik di lapangan.

“Seluruh sekolah yang mengajukan bantuan dipanggil untuk mempresentasikan dokumen pendukung, termasuk memastikan status lahan dan bangunan tidak bermasalah. Asistensi ini untuk memastikan kondisi sekolah sesuai dengan yang dilaporkan daerah, sekaligus mengecek kejelasan status lahannya,” katanya.

Ia menjelaskan terdapat dua syarat utama agar sekolah dapat masuk dalam program revitalisasi. Pertama, aset sekolah harus tercatat sebagai milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Kedua, kondisi bangunan harus masuk kategori rusak sedang atau rusak berat, sehingga layak untuk mendapatkan prioritas perbaikan.

“Syarat utama adalah status asetnya milik Pemerintah Provinsi dan kondisi bangunannya memang masuk kategori rusak sedang atau rusak berat,” tegasnya.

Iqbal mengungkapkan sekolah yang diusulkan merupakan satuan pendidikan dengan kondisi bangunan yang membutuhkan penanganan serius. Sedangkan sekolah yang mengalami kerusakan ringan masih dapat melakukan perbaikan melalui Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Kerusakan bangunan yang lebih besar memerlukan dukungan dari pemerintah pusat,” katanya.

Program revitalisasi ini, dijelaskan Andi Iqbal tidak hanya menyasar sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta di Sulsel. Seluruh usulan disusun berdasarkan hasil pemetaan kondisi bangunan sekolah sehingga bantuan dapat diberikan secara tepat sasaran sesuai tingkat kebutuhan masing-masing.

“Kami berharap jumlah sekolah penerima bantuan pada 2026 dapat menyamai bahkan melampaui capaian tahun sebelumnya. Semakin banyak sekolah yang direvitalisasi, semakin baik pula kualitas layanan pendidikan yang diterima peserta didik,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari kebijakan nasional yang mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP hingga SMA. Selain perbaikan ruang kelas, laboratorium, ruang guru, dan fasilitas pendukung lainnya, pemerintah juga mendorong digitalisasi sekolah melalui penyediaan perangkat pembelajaran berbasis teknologi.

Andi Iqbal optimistis usulan tersebut dapat disetujui mengingat Sulsel sebelumnya menjadi salah satu provinsi dengan penerima program revitalisasi terbanyak secara nasional. Tercatat pada 2025, sebanyak 270 SMA, SMK, dan SLB memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.

“Informasi dari kementerian, Sulsel termasuk daerah yang mendapatkan alokasi revitalisasi cukup besar,” ujarnya.

Saat ini, jumlah SMA, SMK, dan SLB negeri di Pemerintah Provinsi Sulsel mencapai sekitar 520 sekolah. Jika seluruh usulan yang sedang diproses disetujui, hampir 90 persen sekolah negeri, maka diperkirakan telah mendapatkan penanganan melalui program revitalisasi..

“Semoga tahun ini sekolah yang diusulkan bisa segera terealisasi,” harapnya.

Program revitalisasi ini lanjutnya, memang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir ini dan mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari kondisi bangunan sekolah yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan, kini berangsur diperbaiki.

“Kalau sebelumnya ada sekitar 70 persen sekolah mengalami kerusakan, sekarang kondisinya sudah jauh lebih baik melalui program revitalisasi ini,” ujar Andi Iqbal.

Ia mengungkapkan bahwa Kementerian Pendidikan menunjukkan perhatian besarnya terhadap fasilitas pendidikan yang ada di Sulawesi Selatan dan termasuk daerah yang paling banyak mendapatkan bantuan selama beberapa tahun terakhir. (*)

Bagikan Tulisan Ini