BOJONEGORO, KYAIMENTERI.ID – Limbah drum bekas Pertamina di tangan siswa SMK Muhammadiyah 4 Padangan, Bojonegoro, disulap menjadi furniture meja dan kursi kekinian bernilai jutaan rupiah.
Produk kreatif karya siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) tersebut diberi nama Tongset. Selain menjadi sarana pembelajaran, produk ini dikembangkan sebagai keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.
Guru pendamping, Abdul Ghofur, mengatakan Tongset dikerjakan langsung oleh para siswa. Mereka tidak hanya mendapatkan pembelajaran sesuai kompetensi otomotif, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan keterampilan lain menjadi produk yang bernilai jual.
“Anak-anak TKR tidak hanya belajar tentang kendaraan, tetapi juga kami arahkan untuk memiliki keterampilan lain yang bisa menghasilkan produk,” kata Ghofur dalam keterangannya, Rabu (23/9/2026).
Menurutnya, Tongset dirancang untuk memenuhi kebutuhan furniture, terutama bagi kafe dan warung kopi kekinian. Desainnya yang unik dapat menjadi bagian dari konsep interior sebuah tempat usaha.
Bahan utama Tongset berasal dari drum bekas yang dibeli dari Pertamina. Drum yang sebelumnya menjadi limbah tersebut kemudian diolah dan dikreasikan siswa menjadi meja dan kursi dengan beragam desain.
Ghofur menuturkan, pihaknya terbuka menerima pesanan dari berbagai daerah. Konsumen juga dapat menentukan bentuk dan warna furniture sesuai kebutuhan.
“Order dari mana pun kami siap menerima. Bentuk dan warnanya juga bisa sesuai keinginan pemesan,” ujar alumni UNUGIRI Bojonegoro tersebut.
Saat ini, Tongset telah dipasarkan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya. Harganya bervariasi, mulai Rp650 ribu hingga Rp4,5 juta per set, tergantung desain, ukuran, dan tingkat pengerjaannya.
Sekolah menargetkan hingga akhir 2026 dapat memproduksi sedikitnya 10 set meja dan kursi Tongset. Target tersebut sekaligus menjadi bagian dari pembelajaran berbasis produk bagi siswa.
Bagi para siswa, proses membuat hingga menjual Tongset memberikan pengalaman tersendiri. Mereka dapat melihat langsung hasil keterampilan yang dipelajari di sekolah sekaligus merasakan hasil dari produk yang mereka kerjakan.
“Anak-anak merasa senang dan gembira karena mereka juga menikmati hasil dari penjualan produk yang dibuatnya,” tutur Ghofur.
Tongset menjadi salah satu contoh pengembangan keterampilan siswa SMK menjadi produk bernilai jual. Limbah drum yang sebelumnya tidak terpakai diolah menjadi furniture yang menyasar pasar kafe dan warung kopi. (*)









