Siapkan Ahli Hukum Islam, UIN Raden Fatah Palembang Resmikan Program Doktor Ilmu Syariah

Penulis: Zaki Zain | Editor: Eko Budi Utomo
Dirjen Pendidikan Islam Prof Dr Suyitno (tengah), Rektor UIN Raden Fatah Prof. Dr Muhammad Adil dan Direktur Pascasarjana Prof Dr Hamidah ((kiri)

PALEMBANG, KYAIMENTERI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang membuka Program Studi Doktor (S3) Ilmu Syariah.

Program tersebut diresmikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Suyitno, M.Ag., di Gedung Pascasarjana Kampus Sudirman UIN Raden Fatah Palembang, Minggu (9/8/2026).

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof. Dr. Muhammad Adil, M.A., turut membuka kegiatan tersebut. Jajaran pimpinan universitas, dosen, pegawai, dan tamu undangan juga hadir dalam peluncuran program studi baru itu.

Dalam sambutannya, Adil mengatakan pembukaan Program Studi S3 Ilmu Syariah menjadi langkah penting bagi kampus untuk memperkuat pendidikan akademik di bidang syariah.

Menurutnya, kehadiran jenjang doktor membuat UIN Raden Fatah Palembang memiliki ekosistem pendidikan syariah yang lebih lengkap, mulai dari S1 hingga S3.

Adil juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pimpinan, dosen, dan pegawai yang telah bekerja keras membantu kampus mewujudkan program studi baru tersebut.

“Program ini masuk dalam ekosistem pendidikan yang lengkap, terutama di bidang syariah, dari S1 hingga S3,” ujar Adil.

Program Studi S3 Ilmu Syariah tersebut memiliki dasar izin operasional dari Kementerian Agama melalui KMA Nomor 252 Tahun 2026.

Animo Pendaftar Cukup Baik

Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang, Dr. Toriq, mengatakan Program Studi S3 Ilmu Syariah mulai menerima mahasiswa tahun ini.

Meski baru dibuka, program studi tersebut sudah menarik minat calon mahasiswa. Menurut Toriq, sebanyak 15 orang telah mendaftar pada tahun pertama.

Pendaftaran program studi baru itu juga masih dibuka bagi calon mahasiswa.

“Animonya cukup baik. Saat ini sudah ada 15 pendaftar, dan pendaftaran masih dibuka,” kata Toriq.

Dorong Spesialisasi Ilmu Syariah

Dalam sambutannya, Suyitno mendorong kajian keislaman agar berkembang lebih luas dan spesifik.

Ia membayangkan ke depan muncul berbagai spesialisasi dalam ilmu-ilmu keislaman, seperti notaris syariah dan akuntan syariah.

Suyitno juga menyoroti kelangkaan pakar dalam beberapa bidang ilmu syariah. Salah satunya fikih mawaris atau hukum waris Islam.

Menurutnya, bidang tersebut sangat penting, tetapi kini semakin sedikit akademisi yang mendalaminya.

“Fikih mawaris itu salah satu ilmu yang tua dan kini sangat langka. Ini menjadi core value Fakultas Syariah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan,” ungkap Suyitno.

Ia menjelaskan, kelangkaan pakar syariah perlu mendapat perhatian serius. Banyak ahli telah memasuki masa pensiun. Sementara itu, generasi penerus belum banyak muncul untuk mengisi ruang keilmuan tersebut.

Karena itu, Suyitno berharap Program Studi S3 Ilmu Syariah UIN Raden Fatah Palembang mampu melahirkan akademisi dan pakar baru di bidang hukum Islam.

Menurutnya, program studi tersebut juga dapat memperkuat tradisi keilmuan syariah di Sumatera Selatan dan Indonesia.

Bagikan Tulisan Ini