BREBES, KYAIMENTERI. ID — Program revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai dirasakan manfaatnya oleh SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Program tersebut menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) serta tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan menjadi salah satu satuan pendidikan yang mendapatkan kepercayaan pemerintah untuk menerima bantuan revitalisasi.
Bantuan tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas pendidikan yang dinilai membutuhkan peningkatan kualitas.
Kepala SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, Mardiyanto, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah, khususnya Kemendikdasmen, atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya.
“Terima kasih kepada pemerintah karena kami telah mendapatkan kepercayaan dan bantuan revitalisasi dengan beberapa item,” ujar Mardiyanto.
Ia menjelaskan, revitalisasi tersebut mencakup pembangunan dua Ruang Praktik Siswa (RPS), yakni RPS Akuntansi dan RPS Teknik Kendaraan Ringan (TKR).
Selain itu, terdapat pula pekerjaan rehabilitasi berat dan rehabilitasi sedang pada sejumlah fasilitas sekolah.
Menurut Mardiyanto, kondisi ruang praktik sebelumnya masih belum memenuhi standar yang diharapkan.
Karena itu, bantuan revitalisasi tersebut dinilai sangat penting untuk menunjang proses pembelajaran berbasis praktik.
“RPS Akuntansi sebelumnya masih kurang standar, begitu juga RPS TKR. Dengan adanya bantuan revitalisasi ini, mudah-mudahan ruang praktik siswa menjadi lebih kompetitif dan lebih layak,” jelasnya.
Ia berharap seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam perjanjian kerja sama.
Dengan fasilitas yang semakin memadai, sekolah optimistis kualitas pembelajaran siswa, khususnya kegiatan praktik, dapat semakin meningkat.
“Kami berterima kasih kepada kementerian yang telah mempercayakan dan mengamanatkan bantuan revitalisasi ini kepada SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan. Mudah-mudahan dapat selesai tepat waktu sesuai dengan perjanjian kerja sama,” kata Mardiyanto.
Salah seorang murid SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, Putri, mengaku memahami kondisi sekolah selama proses pembangunan berlangsung.
Aktivitas revitalisasi membuat suasana belajar untuk sementara tidak senyaman biasanya.
Menurut Putri, debu, suara pekerjaan pembangunan, serta material yang masih berserakan menjadi bagian dari kondisi yang harus dihadapi selama proses revitalisasi.
“Kami memaklumi kondisi yang tidak ideal untuk pembelajaran saat ini, seperti debu dan material yang berserakan. Semua itu kami maklumi demi pembangunan pendidikan di SMK Ma’arif NU Paguyangan yang lebih baik,” ungkapnya.
Program revitalisasi tersebut diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kualitas proses pembelajaran.
Terlebih bagi SMK, keberadaan ruang praktik yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam membekali siswa dengan keterampilan sesuai kompetensi keahlian.
Dengan rampungnya pembangunan dan rehabilitasi, SMK Ma’arif NU 1 Paguyangan, diharapkan memiliki fasilitas pembelajaran yang lebih representatif, aman, dan sesuai kebutuhan pendidikan vokasi, sehingga mampu mendukung peningkatan kompetensi siswa untuk menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. (*)









