CILACAP, KYAIMENTERI.ID – Program revitalisasi yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), disambut rasa syukur yang mendalam murid dan guru di sejumlah satuan pendidikan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Kondisi fisik beberapa sekolah di wilayah ini benar-benar mengancam keselamatan murid. Ada yang penyangga utama rangka atapnya patah, ada juga yang tembok dan lantainya retak serta mengalami pergeseran
Di SDN Karangreja 01 Kecamatan Cipari, program revitalisasi disambut penuh suka cita oleh para murid dan guru. Realisasi program revitalisasi, telah menghilangkan kekhawatiran para murid dan guru dari ancaman robohnya gedung sekolah mereka.
Sebab gedung sekolah tersebut rusak parah setelah diterjang angin puting beliung yang melanda wilayah ini beberapa waktu lalu.
“Penyangga atap patah. Bukan hanya mengganggu kegiatan belajar mengajar, tapi sudah mengancam keselamatan murid maupun guru,” ungkap kepala SDN Karangreja 01 Kecamatan Cipari, Supriyati, S.Pd.
Untuk mengantisipasi dampak buruk akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar dialihkan ke mushala dan ruang perpustakaan. “Kami tidak ingin mempertaruhkan keselamatan murid, sehingga mereka terpaksa belajar di mushala dan ruang perpustakaan,” jelasnya.
Selain terancam roboh, saat hujan air langsung menggenang di ruang kelas, sehingga tidak mungkin lagi digunakan untuk kegiatan belajar mengajar bagi murid-murid di sekolah tersebut yang jumlahnya mencapai 83 orang.
Terimah Kasih Pak Menteri Perbaiki Sekolah Kami
Dia mengaku sangat bersyukur karena laporan atas kondisi sekolah yang memprihatinkan itu cepat direspons oleh Kemendikdasmen. Setelah menyampaikan laporan secara berjenjang dari kabupaten hingga Kementerian, laporan itu direspons cepat.

Saat ini, proses revitalisasi masih berlangsung dan diperkirakan selesai dalam waktu dekat. “Terimakasih Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah memperbaiki sekolah kami, sehingga murid-murid kami bisa belajar maksimal dengan tenang dan nyaman,”imbuhnya.
Aktivitas Belajar Mengajar Pindah ke Ruang Lain
Kondisi tak jauh berbeda juga dirasakan oleh murid dan guru SMP Anak Soleh Wanareja. Sekolah yang berada di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja ini, juga mengalami kerusakan parah.
Bencana angin puting beliung disertai hujan deras yang melanda sekolah ini mengakibatkan bangunan kelas rusak parah. Atap dua ruang kelas ambruk dan satu ruang kelas lainnya mengalami kerusakan parah.
“Untungnya ambruk di malam hari, sehingga tidak menimbulkan korban,” kata Kepala SMP Anak Soleh Wanareja, Muhammad Fadilah Rizki, Lc kepada kyaimenteri.id, Rabu (17/6/2026).

Menurut pria yang akrab dengan sapaan Kiki ini, tiga ruang kelas tidak bisa dimanfaatkan sama sekali untuk kegiatan belajar mengajar. Aktivitas belajar mengajar 71 murid yang ada di sekolah ini harus dipindah ke ruangan lain.
Untungnya, Kemendikdasmen merespons cepat dan memberikan bantuan revitalisasi yang akan dilaksanakan mulai pekan ini. “Responsnya sangat cepat, sekolah kami mendapatkan bantuan revitalisasi sekolah terdampak bencana,” ungkapnya.
Berdasarkan pantauan kyaimenteri.id, ruang kelas kondisinya sangat parah. Bahkan di tembok depan, sudah muncul rongga di antara batas keramik teras dengan tembok ruang kelas. (*)









