Revitalisasi 140 Sekolah di NTB Dikebut, 80 Titik Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Penulis: Andry Khan | Editor: Syaifudin
Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Hasbi M. Sidik. (foto: Andri Khan)

MATARAM, KYAIMENTERI.ID – Program revitalisasi sekolah yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), terus bergulir di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejak mulai dilaksanakan pada 2025 hingga 2026, sebanyak 140 sekolah telah dan sedang menjadi sasaran program revitalisasi.

Pada tahun 2025, program revitalisasi sekolah di NTB telah terlaksana pada 60 sekolah. Sementara pada tahun 2026, sebanyak 80 sekolah mulai dikerjakan sebagai bagian dari kelanjutan program peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Dukung Kualitas Layanan Pendidikan

Kepala Bidang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB, Hasbi M. Sidik mengatakan, program revitalisasi merupakan salah satu program unggulan pemerintah pusat yang diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah.

“Program revitalisasi ini merupakan program unggulan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Program ini sudah berjalan sejak tahun 2025 dan terus dilanjutkan pada tahun 2026,” ujar Hasbi M. Sidik, Selsa (11/8/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan program revitalisasi di NTB menunjukkan progres yang cukup signifikan. Pada tahun pertama pelaksanaan, program telah menyasar 60 sekolah, sementara tahun ini jumlah sekolah yang masuk dalam program revitalisasi kembali bertambah.

“Untuk tahun 2025 sudah terlaksana di 60 sekolah. Kemudian untuk tahun 2026 ini ada 80 sekolah yang mulai dikerjakan,” jelasnya.

Untuk pelaksanaan tahun 2026, proses pengerjaan saat ini terus berjalan. Pemerintah menargetkan pekerjaan tersebut dapat diselesaikan sehingga hasil revitalisasi bisa segera dimanfaatkan oleh sekolah.

Target Akhir Tahun Ini Diresmikan

“Targetnya, akhir tahun nanti sudah bisa kita resmikan. Kita berharap seluruh proses pengerjaan bisa berjalan lancar dan selesai sesuai dengan target yang sudah ditentukan,” ujar Hasbi.

Menurut Hasbi, program revitalisasi memberikan manfaat yang cukup besar bagi sekolah, terutama dalam meningkatkan kualitas dan kelayakan sarana prasarana pendidikan.

Dengan fasilitas yang lebih baik, sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung kegiatan pembelajaran siswa.

“Manfaatnya tentu sangat besar bagi sekolah. Dengan adanya revitalisasi, sarana dan prasarana sekolah menjadi lebih baik, sehingga siswa dan guru bisa melaksanakan proses pembelajaran dengan lebih nyaman dan aman,” katanya.

Selain memberikan dampak terhadap kondisi fisik sekolah, Hasbi berharap peningkatan sarana prasarana tersebut juga dapat diikuti dengan peningkatan kualitas proses pembelajaran.

“Harapan kita, fasilitas yang sudah dibangun dan diperbaiki ini bisa dimanfaatkan dan dijaga dengan baik oleh sekolah. Jangan hanya bagus secara fisik, tetapi juga harus memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan proses belajar mengajar,” ungkapnya.

Berharap Program Revitalisasi Terus Berlanjut

Ke depan, ia berharap program revitalisasi sekolah dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak satuan pendidikan di NTB.

Menurutnya, masih terdapat sekolah yang membutuhkan peningkatan maupun perbaikan sarana dan prasarana untuk mendukung layanan pendidikan yang lebih optimal.

“Harapan kita program ini bisa terus berlanjut, sehingga sekolah-sekolah yang masih membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana bisa mendapatkan perhatian. Dengan begitu, pemerataan kualitas fasilitas pendidikan di NTB bisa semakin baik,” kata Hasbi.

Ia juga mengingatkan agar sekolah penerima manfaat dapat menjaga dan mengoptimalkan fasilitas yang telah dibangun melalui program revitalisasi.

“Yang paling penting setelah selesai nanti adalah bagaimana sekolah bisa menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut dengan sebaik-baiknya. Ini merupakan investasi untuk pendidikan dan untuk anak-anak kita,” imbuhnya. (*)

 

Bagikan Tulisan Ini