Pipo Robot Pintar Antarkan Guru SDN 2 Binangun Banyumas Raih Prestasi Nasional

Penulis: Kusworo | Editor: Syaifudin
Guru SD Negeri 2 Binangun, Tuti Susanti, menunjukkan karya media pembelajaran interaktif “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah” yang berhasil meraih prestasi tingkat nasional.

BANYUMAS, KYAIMENTERI.ID — Guru SD Negeri 2 Binangun, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, Tuti Susanti, meraih prestasi nasional melalui karya media pembelajaran interaktif berjudul “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah”.

Karya tersebut menjadi salah satu pemenang dalam kegiatan Partisipasi Semesta Pengembangan Konten Interaktif Muatan Pemberdayaan dan Keterampilan Pendidikan Kesetaraan yang diusung Direktorat Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

“Harapan terbesar saya, karya seperti Pipo Robot Pintar ini bisa menginspirasi anak-anak untuk lebih peduli lingkungan sejak dini lewat cara belajar yang menyenangkan. Semoga ini juga bisa memantik semangat rekan-rekan pendidik lainnya untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran,” ujar Tuti saat dikonfirmasi, Sabtu (19/9/2026).

Dari 994 karya yang terdaftar dari seluruh Indonesia, sebanyak 135 karya ditetapkan sebagai pemenang.

Proses seleksi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pendaftaran karya, kurasi, penilaian teknis, hingga pengumuman pemenang.

Karya peserta dikelompokkan ke dalam tiga kategori media digital, yakni Gim Edukasi, Konten Interaktif, dan Laboratorium Maya (Lab Maya).

Dalam ajang tersebut, Tuti menghadirkan “Pipo Robot Pintar Pilah dan Olah Sampah”, sebuah media pembelajaran interaktif yang mengangkat tema edukasi lingkungan hidup sekaligus keterampilan praktis dalam pengolahan sampah.

Materi pembelajaran dikemas dalam bentuk digital interaktif sehingga peserta didik dapat mempelajari materi secara lebih menarik dan mudah dipahami.

Karya tersebut juga telah dipublikasikan melalui platform Ruang Murid sehingga dapat dimanfaatkan oleh pendidik maupun peserta didik secara lebih luas.

Tuti mengatakan, capaian tersebut semakin mendorong dirinya untuk konsisten mengembangkan media pembelajaran digital yang interaktif dan bermanfaat bagi dunia pendidikan.

“Target saya ke depan adalah terus konsisten mengembangkan media pembelajaran digital yang interaktif.  Dan saya ingin media yang saya buat juga bisa dimanfaatkan secara luas oleh guru maupun siswa,” ujarnya.

Menurut Tuti, pengembangan media pembelajaran digital tidak hanya membantu proses belajar, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak sejak dini.

Ia berharap karya yang dihasilkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia pendidikan serta mendorong para pendidik untuk terus berinovasi dalam menciptakan media pembelajaran.

“Semoga karya ini dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan serta mampu memantik semangat untuk terus berkarya,” imbuhnya. (*)

Bagikan Tulisan Ini