Petinju Muda SMA Muhammadiyah Cepu, Syfa Khusnul Khotimah Bidik PORPROV Jateng

Penulis: Djati Sucipto | Editor: Budi Supriyantoro
Syfa Khusnul Khotimah, siswi kelas XII-2 SMA Muhammadiyah Cepu, Kabupaten Blora, menunjukkan medali juara III cabang olahraga tinju tingkat Provinsi Jawa Tengah pada POPDA 2026. Prestasi tersebut menjadi pembuktian atas keseriusannya menekuni olahraga tinju. (Foto: Dok pribadi)

BLORA, KYAIMENTERI.ID – Awalnya tinju bukan pilihan olahraga yang mendapat restu penuh dari orang tua Syfa Khusnul Khotimah. Namun, siswi kelas XII-2 SMA Muhammadiyah Cepu, Kabupaten Blora, itu mampu membuktikan pilihannya dengan prestasi.

Syfa berhasil meraih juara III tingkat Provinsi Jawa Tengah pada cabang olahraga tinju dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) 2026 yang berlangsung pada 1-6 September 2026.

Turun di kelas 50-52 kilogram, Syfa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di tengah persaingan atlet pelajar dari berbagai daerah di Jawa Tengah.

“Bangga bisa mengikuti tinju sebagai olahraga pilihan saya. Tinju membuat saya semakin bernyali dan lebih percaya diri,” ungkap Syfa saat ditemui kyaimenteri.id di sekolah, Rabu (23/9/2026).

Bagi Syfa, tinju bukan sekadar olahraga untuk bertanding dan mengejar medali. Latihan serta pengalaman di atas ring justru menjadi sarana untuk membangun keberanian dan meningkatkan kepercayaan dirinya.

Perjalanan Syfa menekuni tinju juga tidak langsung mendapat dukungan penuh dari keluarga. Pada awalnya, orang tuanya tidak menyetujui pilihan tersebut. Namun, Syfa tetap menunjukkan keseriusannya melalui latihan rutin dan keikutsertaan dalam berbagai pertandingan.

Prestasi di POPDA Jateng 2026 akhirnya menjadi pembuktian. Medali juara III tingkat provinsi tersebut tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi keluarga dan sekolah.

Kemampuan Syfa diasah secara rutin di Spider Boxing Camp Cepu. Di sasana tersebut, ia mendapat bimbingan dari dua pelatih, Sulistiyono dan Bismo, yang mendampinginya meningkatkan kemampuan bertinju.

Selain berlatih teknik di sasana, Syfa juga menjaga kondisi fisiknya dengan berlari keliling Kota Cepu minimal lima kilometer setiap hari. Rutinitas itu menjadi bagian dari persiapannya menghadapi pertandingan.

Sebelum serius menekuni tinju, Syfa lebih dulu menjadi atlet pencak silat. Pengalaman tersebut menjadi salah satu bekal ketika dirinya mulai menggeluti olahraga tinju.

Setelah berhasil naik podium POPDA Jateng, Syfa tidak ingin berhenti. Ia membidik kesempatan tampil pada Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Tengah sebagai salah satu target untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi.

Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Syfa tetap memprioritaskan pendidikan. Gadis berusia 17 tahun itu merupakan anak pertama dari dua bersaudara dan bercita-cita menjadi psikolog.

Bagi Syfa, perjalanan di dunia tinju telah memberikan pengalaman lebih dari sekadar medali. Latihan keras, pengalaman bertanding, serta keberanian menghadapi lawan membuatnya semakin percaya diri dalam menghadapi tantangan berikutnya.

Kini, podium POPDA 2026 menjadi pijakan baru bagi Syfa untuk terus mengembangkan kemampuan dan mengejar target yang lebih tinggi di arena tinju. (*)

Bagikan Tulisan Ini