Cetak Sejarah, Muhammadiyah Depok Pilih Kepala Sekolah Melalui Fit and Proper Test

Penulis: Zaki Zain | Editor: Syaifudin
Ketua Majelis Dikdasmen PCM Beji, Dwi Fahrial, menyampaikan keterangan terkait pemilihan kepala sekolah melalui mekanisme seleksi atau fit and proper test

DEPOK, KYAIMENTERI.ID – Untuk pertama kalinya dalam sejarah Muhammadiyah di Kota Depok, persyarikatan memilih kepala sekolah melalui mekanisme seleksi atau fit and proper test.

Langkah ini menandai upaya baru Muhammadiyah Depok dalam memperkuat tata kelola dan mutu pendidikan.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Depok, Ali Wartadinata, melantik tiga kepala sekolah baru di Gedung Aisyiyah Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jumat (7/8/2026).

Ketiganya memimpin SMP Muhammadiyah 1 Depok, MI Muhammadiyah 1 Beji Timur, dan MI Muhammadiyah 1 Kukusan. Tiga sekolah itu berada di bawah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Beji, Kota Depok.

PCM Beji menggelar pelantikan secara serempak karena masa jabatan kepala sekolah sebelumnya telah berakhir. Muhammadiyah menetapkan masa jabatan kepala sekolah selama empat tahun.

Langkah Berani dan Penting

Berbeda dari periode sebelumnya, PCM Beji mengawali proses pemilihan kepala sekolah dengan fit and proper test. Para calon mengikuti tes pengetahuan keagamaan, kemuhammadiyahan, manajemen sekolah, serta pemaparan visi dan misi.

Ali Wartadinata mengapresiasi langkah PCM Beji. Ia menilai mekanisme ini berani dan penting untuk memilih pemimpin sekolah yang memiliki kapasitas keagamaan, kemampuan manajerial, dan visi pendidikan berkemajuan.

“Ini langkah berani dan penting dari PCM Beji. Kami berharap fit and proper test ini menjadi awal peningkatan mutu sekolah-sekolah Muhammadiyah di Depok. Ke depan, kami juga berharap PCM lain menerapkan mekanisme serupa,” ujar Ali.

Ali menambahkan, sekolah Muhammadiyah kini menghadapi tantangan besar. Tantangan itu tidak hanya menyangkut jumlah siswa, tetapi juga kualitas layanan, tata kelola, dan daya saing. Karena itu, ia meminta kepala sekolah baru segera membawa pembaruan di sekolah masing-masing.

Targetkan Standar Mutu Pendidikan

Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PCM Beji, Dwi Fahrial, menyebut pelantikan ini sebagai momentum penting. Ia berharap kepala sekolah baru mampu memperkuat kualitas pendidikan Muhammadiyah di Beji.

Saat ini PCM Beji membina tujuh sekolah. Dari jumlah itu, baru satu sekolah yang meraih akreditasi unggul dari Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, yaitu SMA Muhammadiyah 1 Depok.

“Kami berharap kepala sekolah yang baru ini dapat meningkatkan standar akreditasi sekolah, dari baik menjadi unggul,” kata Dwi.

Menurut Dwi, sekolah Muhammadiyah perlu terus meningkatkan layanan pendidikan. Selain mengejar akreditasi, sekolah juga harus memperkuat budaya belajar, kedisiplinan, dan kepercayaan masyarakat.

MI Beji Timur Targetkan 400 Murid

Kepala MI Muhammadiyah 1 Beji Timur yang baru, Desi Susanti, S.Ag., menyatakan siap meningkatkan jumlah peserta didik. Ia menargetkan sekolahnya dapat menampung minimal 400 siswa untuk seluruh kelas pada tahun depan.

Desi juga ingin memperkuat sarana dan prasarana sekolah. Menurutnya, sekolah membutuhkan revitalisasi ruang belajar agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih nyaman.

“Kami ingin menambah jumlah siswa dan memperbaiki fasilitas sekolah. Harapannya, MI Muhammadiyah 1 Beji Timur semakin dipercaya masyarakat,” ujar Desi.

Melalui seleksi yang lebih terbuka dan terukur, Muhammadiyah Depok berharap sekolah-sekolah di bawah PCM Beji semakin siap menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat. Langkah ini juga menjadi dorongan agar sekolah Muhammadiyah terus meningkatkan mutu, layanan, dan daya saing. (*)

 

Bagikan Tulisan Ini