Seluruh warga sekolah, termasuk tenaga kependidikan, orang tua, dan peserta didik, perlu terlibat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, ramah, serta bebas dari kekerasan dan intimidasi.
Menurutnya, pendidikan agama berperan penting dalam mendukung gerakan antiperundungan melalui penanaman akhlak mulia, empati, kepedulian, dan penghormatan terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut perlu diterapkan dalam pergaulan sehari-hari agar siswa mampu membangun hubungan sosial yang sehat.
LOKETA Kecamatan Mariso diikuti perwakilan peserta didik dari 11 sekolah dasar.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Mariso sebagai bagian dari upaya mengembangkan potensi siswa dan memperkuat pendidikan karakter.
Ada lima cabang lomba yang dipertandingkan, yakni azan, dai cilik, nasyid Islami, mewarnai gambar, dan hafalan surah pendek.
Rangkaian lomba tersebut menjadi kesempatan bagi siswa untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengembangkan kreativitas, dan memperdalam kecintaan terhadap ajaran Islam. (*)









