PURWOKERTO, KYAIMENTERI.ID – Pendidikan karakter mulai dikenalkan Gerakan Pramuka Banyumas sejak usia dini. Salah satunya melalui pembinaan Prasiaga yang dikemas dalam Gebyar Prasiaga Hebat 2026 di Taman Rekreasi Andang Pangrenan, Purwokerto, Sabtu (27/9/2026).
Wakil Ketua Bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Sarana dan Prasarana Kwarcab Banyumas Amrin Ma’ruf mengatakan, pembinaan karakter perlu dimulai sejak usia dini. Anak perlu dibiasakan untuk mandiri, disiplin, percaya diri, sekaligus memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
“Anak-anak diharapkan mengenal nilai-nilai kepramukaan dengan cara yang menyenangkan. Mereka belajar bekerja sama, berani mencoba hal baru, saling menghargai, serta membangun rasa percaya diri sejak dini,” kata Amrin.
Kegiatan yang diikuti 130 peserta dari perwakilan Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kwarcab Banyumas.
Gebyar Prasiaga ini dirancang sebagai ruang belajar anak melalui permainan, kreativitas, kebersamaan, dan aktivitas edukatif.
Menurut dia, pendidikan kepramukaan tidak sebatas kegiatan baris-berbaris atau aktivitas di luar ruangan.
Nilai-nilai kepramukaan juga dapat dikenalkan melalui pengalaman langsung, permainan, kebersamaan, dan interaksi sosial.
Pembinaan Prasiaga menjadi tahap awal sebelum anak memasuki golongan Siaga. Pendekatan yang digunakan pun disesuaikan dengan karakter anak usia dini, yakni belajar sambil bermain.
Melalui pendekatan tersebut, anak didorong mengembangkan kemampuan sosial dan emosional, kreativitas, kemandirian, serta keberanian untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
Gebyar Prasiaga Hebat 2026 berlangsung dalam suasana meriah. Peserta dari berbagai Kwarran mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas edukatif dan menyenangkan.
Kwarcab Banyumas berharap kegiatan serupa dapat memperkuat pembinaan Prasiaga di daerah. Keberlanjutan program dinilai membutuhkan dukungan pembina, satuan pendidikan, orang tua, dan jajaran Gerakan Pramuka.
Amrin menilai pendidikan karakter tidak perlu menunggu anak beranjak dewasa. Kebiasaan bekerja sama, mandiri, dan peduli terhadap sesama justru perlu diperkenalkan sejak langkah pertama agar tumbuh menjadi bagian dari keseharian anak.









