MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID — Fathin Shidqia Ikram, siswa kelas VII Tahfidz Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Makassar, Sulawesi Selatan, meraih Bronze Medal dalam ajang International Life Science Olympiad (ILSO) 2026 di Bali, 3–6 September 2026.
Siswa berusia 12 tahun itu meraih medali perunggu setelah mengikuti kompetisi yang diikuti peserta dari 13 negara.
Negara peserta tersebut meliputi Bangladesh, Bolivia, Kanada, India, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Mongolia, Pakistan, Filipina, Singapura, Turkmenistan, Amerika Serikat, dan Indonesia.
“Saya sangat senang dan bersyukur. Ini membuat saya semakin termotivasi untuk belajar dan mencoba kompetisi lainnya,” kata Fathin, Rabu (9/9/2026).
Sebelum mengikuti babak final internasional, Fathin terlebih dahulu lolos seleksi nasional yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Fathin mengatakan kompetisi internasional tersebut menjadi kesempatan untuk belajar, mengukur kemampuan, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan berikutnya.
Selain belajar sains, Fathin juga menjalani kegiatan menghafal Alquran. Sejak duduk di SD Islam Athirah Makassar, dia menyelesaikan Sima’an Kubro hafalan Alquran sebanyak 10 juz dalam sekali duduk.
Saat ini, Fathin telah menyelesaikan hafalan Alquran sebanyak 11 juz. Dia mengatakan belajar dan menghafal Alquran dapat dijalankan secara bersamaan dengan disiplin mengatur waktu.
“MTsN 1 Kota Makassar merupakan madrasah yang menerapkan metode pembelajaran seimbang antara akademik dan agama, sehingga membuat saya semakin yakin dapat mengembangkan potensi dan kemampuan diri saya, baik secara akademik maupun dalam hafalan,” kata Fathin.
Kepala MTsN 1 Makassar Dr. Hj. Nuraedah, S.Ag., M.Pd mengatakan, pencapaian Fathin tidak lepas dari kerja keras, semangat belajar, serta keberanian mengikuti kompetisi.
“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Fathin. Ini merupakan pencapaian yang membanggakan bagi madrasah,” kata Nuraedah.
Nuraedah berharap prestasi tersebut mendorong siswa MTsN 1 Makassar lainnya untuk mengikuti berbagai kompetisi.
“Kami berharap dapat menjadi penyemangat bagi siswa-siswa lainnya agar tidak takut bermimpi, berani mencoba, dan terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai kompetisi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.
Ibu Fathin, Ika Selviana, juga menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut.
“Alhamdulillah, ananda berhasil meraih medali perunggu lomba IPA internasional di ajang International Life Science Olympiad 2026,” ungkap Ika.
Selain Fathin, dua peserta dari SMA Trensains Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, juga meraih medali dalam ILSO 2026.
Daidayyan Izzul Fikri dari kelas XI Sains 1 meraih Silver Medal, sedangkan Asra Rasyid Nurhadi dari kelas XI Sains 1 meraih Bronze Medal.
Untuk medali emas dalam ajang tersebut, belum diumumkan oleh panitia. (*)









