Ekstrakurikuler Kepramukaan, SMAN 11 Makassar kembali Gelar SONIX 2026

Penulis: Tony Muhammad | Editor: Eko Budi Utomo
Panitia penyelengga SONIX 2026 mempersiapkan sejumlah hadiah dan piala untuk peserta lomba. (Foto: Dok.istimewa)

MAKASSAR, KYAIMENTERI.ID — SMAN 11 Makassar, Sulawesi Selatan kembali menggelar Scout Innovation and Excellence (SONIX) 2026 yang menjadi wadah bagi pelajar mengembangkan potensi, membangun karakter melalui kepramukaan. Kegiatan berlangsung di pelataran sekolah, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar mulai 16 hingga 18 Oktober 2026.

Kepala SMA Negeri 11 Makassar, Yuliana mengatakan SONIX merupakan kegiatan rutin tahunan ekstrakurikuler kepramukaan yang pesertanya SMP dan SMA tidak hanya di Makassar namun ada dari daerah lainnya bersama para purnabakti dan alumni, yang kali ini memasuki tahun ke 15 sejak digelar pertama 2011.

“Kegiatan tidak hanya perlombaan, tetapi juga sarana mengembangkan karakter, potensi, dan kreativitas peserta,” katanya, di Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Ia menjelaskan, ada 20 ruang kelas disiapkan untuk mengakomodasi peserta yang menginap selama tiga hari dua malam, sementara ruangan lainnya digunakan untuk pelaksanaan lomba dan kebutuhan panitia.

“Jumlah peserta tetap disesuaikan dengan kapasitas ruang yang tersedia di sekolah,” ujarnya.

Dalam mendukung kegiatan tersebut, pihak sekolah memberikan fasilitas dan pendanaan dilakukan peserta secara mandiri oleh para purnabakti.

Adapun siswa tetap diberi kesempatan mengelola kegiatan mulai dari mengurus surat-menyurat hingga membangun koordinasi dengan pihak terkait.

“Seluruh personel, baik siswa maupun purnabakti pramuka bekerja sama dalam satu kegiatan,” katanya.

Menurut Yuliana, SONIX 2026 juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai budaya Sulawesi Selatan dalam pembentukan karakter siswa.

Nilai-nilai seperti sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi –falsafah hidup Bugis-Makassar saling hormat, santun, adil, dan tidak membeda-bedakan status sosial, suku, atau agama.

“Pramuka bukan hanya membangun kemandirian, tetapi juga adab dan akhlak. Kami membangun karakter anak didik melalui nilai-nilai budaya lewat kepramukaan,” ujarnya.

Adapun Pembina Pramuka Putra SMA Negeri 11 Makassar, Patahuddin, mengatakan perannya mendampingi panitia serta memastikan pelaksanaan lomba berjalan lancar dari awal hingga akhir.

“Sebagian besar peserta masih belajar mengajar di sekolah pada siang hari, latihan biasanya dilaksanakan sore hingga malam hari secara rutin,” ujarnya.

Peserta yang hadir mengikuti beragam perlombaan secara bervariasi dan ada tambahan inovasi berbeda setiap tahunnya, agar peserta memperoleh pengalaman baru.

Beberapa materi dasar kepramukaan, seperti semaphore dan pioneering, tetap dipertahankan karena menjadi bagian penting dari keterampilan anggota Pramuka.

Ketua Panitia SONIX 2026, Muhammad Farlan mengatakan kegiatan juga membentuk karakter peserta agar mampu berkolaborasi, berkarya, serta menghasilkan berbagai inovasi.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan anggota dan purnabakti organisasi serta guru-guru. Untuk peserta, terdapat perwakilan dari berbagai sekolah pada tingkat SMP dan SMA yang berasal dari sejumlah daerah.

Sementara itu, Purnabakti SONIX, Triyatni Garina, mengatakan kegiatan tersebut juga mempertemukan berbagai sekolah, khususnya dalam bidang kepramukaan.

Dia berharap SONIX dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi sekolah lain hingga ke tingkat nasional. Memperluas jaringan pertemanan antarpelajar, membuka ruang pertukaran pengalaman, serta mempererat silaturahmi antarsekolah.

Bagikan Tulisan Ini